Linimasa peluncuran vaksin di Pasar Negara Berkembang sangat bergantung pada ketersediaan dan infrastruktur yang ada. Oleh karena itu, jalan menuju pemulihan dari guncangan COVID-19 akan tetap bergelombang pada tahun 2021 dan pemulihan penuh tidak akan terjadi sebelum tahun 2022, ekonom di ABN Amro menginformasikan.
Kutipan Utama
“Jalan menuju normalisasi dan pemulihan pasca pandemi telah dimulai tetapi akan tetap bergelombang dan penuh dengan ketidakpastian terkait pandemi, dengan perbedaan yang jelas antar negara/kawasan mencerminkan pendekatan kebijakan yang berbeda dan variasi dalam kekuatan sistem kesehatan masyarakat. Asia Timur Laut (Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan) telah berhasil mengendalikan pandemi dengan baik, sementara banyak negara pasar berkembang termasuk India, Brasil, dan Rusia masih berjuang. Sementara itu, secara relatif, Asia dan Afrika melaporkan lebih sedikit kematian dibandingkan Amerika dan Eropa.”
“Kami memperkirakan kelompok rentan dan pekerja penting akan diinokulasi pada pertengahan kuartal kedua 2021. Kami memperkirakan persetujuan akses pasar penuh vaksin dan dimulainya peluncuran yang lebih luas pada kuartal ketiga 2021, membawa kekebalan kawanan lebih dekat.”
“Linimasa khusus untuk peluncuran vaksin di pasar negara berkembang sangat bergantung pada ketersediaan dan infrastruktur yang ada. Negara-negara yang telah mendapatkan kesepakatan dengan perusahaan-perusahaan farmasi besar dan memiliki infrastruktur cold storage yang memadai serta pengetahuan logistik vaksin dapat mencapai apa yang disebut 'kekebalan kawanan' sebelum beberapa negara maju.”
“Kami memangkas perkiraan pertumbuhan rata-rata pasar negara berkembang untuk tahun 2020 dari +4,1% sebelum corona menjadi -3,0% sekarang. Pemangkasan paling tajam terjadi di Amerika Latin (Peru, Meksiko, Kolombia) dan Asia Selatan (India, Filipina, Thailand). Hanya beberapa negara Asia yang berhasil mengatasi pandemi (Tiongkok, Taiwan, Vietnam) kami memperkirakan pertumbuhan tahunan positif di tahun 2020. Namun demikian, kami memperkirakan pertumbuhan tahunan negatif pada tahun 2020 di semua kawasan pasar negara berkembang, dengan Amerika Latin paling terpukul (-8,2%) diikuti oleh negara berkembang Eropa (-4,1%) dan negara berkembang Asia (-1,5%).”
“Untuk 2021, kami memperkirakan pertumbuhan AS di 3,2% dan pertumbuhan zona euro di 2,7%. Untuk pasar negara berkembang, kami memperkirakan pertumbuhan tahunan akan naik ke hampir 6% tahun depan, dengan negara berkembang Asia memimpin (sekitar 7%) diikuti oleh negara berkembang Eropa dan Amerika Latin (sekitar 3,5%). Namun, pandemi akan meninggalkan jejaknya: pada akhir 2021 pasar negara berkembang akan kehilangan lebih dari 6% PDB dibandingkan dengan kasus dasar kasmi sebelum COVID-19. Banyak negara berkembang (tidak termasuk negara seperti Tiongkok atau Taiwan) tidak akan kembali ke level-level PDB pra-corona sebelum tahun 2022."
Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้