Pasar Saham Asia: BoJ dan Data Tenaga Kerja Australia Mendorong Gerakan Pembeli Yang Didukung Biden

avatar
· Views 63
  • Saham di Asia-Pasifik melonjak ke rekor tertinggi saat Joe Biden menjadi Presiden AS ke- 46.
  • Harapan stimulus bergabung dengan ekspektasi vaksinasi yang lebih cepat akan mendorong pergerakan pasar.
  • BoJ tak mengubah kebijakan, tingkat Pengangguran Australia turun di bawah perkiraan pada bulan Desember.
  • ECB, hari penuh pertama Biden di Gedung Putih.

Ekuitas Asia menyambut Joe Biden dengan tertinggi baru sepanjang masa selama Rabu pagi. Tidak hanya harapan akan stimulus lebih lanjut dari pemerintah Demokrat, tetapi ekspektasi akan adanya berbagai jenis vaksin virus Corona (COVID-19) juga mendukung risiko tersebut.

Dengan latar belakang ini, indeks MSCI untuk saham Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,70% untuk mencapai tertinggi baru sepanjang masa di atas ambang 900.

Sementara mengikuti sentimen, yang juga menjadi petunjuk dari data ketenagakerjaan Australia Desember dan pertemuan kebijakan moneter Bank of Japan (BoJ), saham di Australia dan Jepang naik hampir 1,0% pada saat ini. Meskipun demikian, Tingkat Pengangguran Australia turun ke level terendah sejak Mei 2020 dan BoJ sesuai dengan perkiraan pasar secara luas yang mengumumkan tidak ada perubahan dalam kebijakan saat ini meskipun perkiraan ekonomi diturunkan.

Ekuitas Tiongkok kurang senang dengan Biden karena dia tidak berbeda dari Trump dalam hal persaingan dengan Beijing. Yang juga meredam optimisme adalah sanksi baru Tiongkok kepada hampir 28 diplomat AS. Selain itu, kekhawatiran bahwa rekor korban tewas di Inggris akibat virus tersebut kemungkinan tidak akan surut lebih awal menambah tekanan pada sentimen.

Selanjutnya, IHSG Indonesia mengikuti saham Tiongkok dan mencetak penurunan ringan menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia. Sementara, KOSPI Korea Selatan naik 0,60% sedangkan BSE Sensex India mencapai angka 50.000 sementara naik 0,60% pada saat ini.

Reli di saham Asia juga mengikuti benchmark Wall Street ke utara karena S&P 500 memperbarui rekor puncak dan Futures tetap optimis saat ini. Sementara, imbal hasil Treasury AS 10-tahun tetap lesu di dekat 1,080%.

Selanjutnya, reporter akan terus berkeliling ke Oval Office Biden untuk update terbaru selama hari pertama kerja penuhnya sementara kebijakan moneter Bank Sentral Eropa (ECB) juga menjadi acara penting.












Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:

https://www.fxstreet-id.com/ne...

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest