Kontrak Berjangka S&P 500 Berlawanan Dengan Optimisme Wall Street Karena Gamestop dan Kebuntuan Stimulus AS Menahan Para Pembeli

avatar
· Views 81
  • Kontrak Berjangka S&P 500 memudarkan koreksi pullback hari Senin dari level terendah satu bulan.
  • Gamestop mencetak penurunan beruntun tiga hari, perak mengkonsolidasikan kenaikan baru-baru ini.
  • Presiden AS Joe Biden dan Partai Republik tetap berselisih atas stimulus fiskal.
  • RBA dan hiruk pikuk pasar akan menjadi kunci di tengah sesi yang sepi.

Kontrak berjangka S&P 500 turun menjadi 3.760, dalam intraday melemah sebesar 0,15%, saat pasar di Jepang dibuka untuk perdagangan hari Selasa ini. Dengan demikian, barometer risiko tersebut menahan diri untuk tidak mengikuti tolok ukur Wall Street di tengah tantangan baru terhadap sentimen.

Di antara mereka, melemahnya saham Gamestop (GME), serta kesulitan lebih lanjut bagi pedagang perak, mendapatkan perhatian utama. Sisi negatifnya juga adalah tidak adanya pembaruan positif dari perundingan paket stimulus AS antara Presiden AS Joe Biden dan Partai Republik.

Meskipun pemantulan terakhir GME dari posisi terendah intraday, saham sensasional itu tetap tertekan untuk hari ketiga berturut-turut selama awal Selasa. Meski begitu, data melalui IHS, yang dikutip oleh Bloomberg, menunjukkan minat jual di GME turun menjadi 39% pada saham mengambang bebas, dari 114% pada pertengahan Januari. Pada baris yang sama, Presiden Federal Reserve cabang Atlanta, Bostic menolak kebutuhan Fed untuk mempertimbangkan kegilaan Gamestop sebagai katalis, sementara Menteri Keuangan Korea Selatan mengisyaratkan bahwa perilaku kawanan seperti GME dapat meningkat.

Di sisi lain, Senator Partai Republik AS Susan Collins baru-baru ini mengungkapkan pendapatnya, melalui Reuters, searaya mengatakan, “Sekelompok senator Republik AS mengadakan diskusi produktif dengan Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden terhadap bantuan COVID-19, tetapi mereka tidak menyetujui paket.”

Di tempat lain, CME menaikkan persyaratan margin untuk perak sebesar 17,8 dalam langkah terbaru untuk mengekang spekulasi pada logam putih setelah melonjak 11% ke level tertinggi sejak Mei.

Di tengah permainan ini, imbal hasil treasury AS 10-tahun tetap tertekan di atas 1,0% sedangkan saham di perdagangan Asia-Pasifik beragam karena para pedagang berkumpul di bursa saham.

Ke depan, pertemuan kebijakan moneter Reserve Bank of Australia (RBA) adalah acara mendatang yang dapat menghibur para pedagang selama sesi Asia. Namun, perhatian utama tertuju pada demam ritel perak dan saham seperti Gamestop.









Baca lebih lanjut dari artikel aslinya:

https://www.fxstreet-id.com/ne...

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest