
Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Jumat, (23/4/2021) menyusul bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street yang tertekan.
Indeks saham Jepang Nikkei melemah 1,36 persen pada awal perdagangan saham. Indeks saham Topix susut 0,88 persen. Indeks saham Korea Selatan tergelincir 0,92 persen. Indeks saham Australia ASX turun 0,14 persen. Indeks saham MSCI Asia Pasifik melemah 0,14 persen.
Investor akan terus memantau situasi virus COVID-19 di India setelah melaporkan lebih dari 310.000 infeksi kasus COVID-19 pada Kamis, 22 April 2021. Demikian dilansir dari CNBC, Jumat, pekan ini.
Di sisi lain, Presiden AS Joe Biden dikabarkan tengah mengupayakan kenaikan pajak capital gain. Di wall street, indeks saham Dow Jones melemah 321,41 poin ke posisi 33.815,90. Indeks saham S&P 500 merosot 0,92 persen ke posisi 4.134,98. Indeks saham Nasdaq turun 0,94 persen ke posisi 13.818.
Wall Street Tertekan

Wall street tertekan setelah laporan dari berbagai media termasuk Bloomberg dan the New York Times menyebutkan Presiden AS Joe Biden sedang mengupayakan kenaikan pajak atas capital gain menjadi 39,6 persen dari 20 persen untuk pendapatan orang Amerika Serikat lebih dari USD 1 juta.
Indeks dolar AS berada di posisi 91,28 di bawah posisi pada awal pekan di kisaran 91,2. Sementara itu, Yen Jepang diperdagangkan di kisaran 107,90 per dolar AS.
Diunggah ulang dari Liputan6, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้