IHSG bergerak menguat pada akhir perdagangan sesi I hari Rabu (28/4). Indeks bertambah +0,12 persen (+7 poin) ke level 5.966.
Indeks LQ45 +0,02% ke 891.
Indeks IDX30 +0,09% ke 474.
Indeks IDX80 +0,10% ke 128.
Jakarta Islamic Indes (JII) +0,25% ke 578.
Indeks Kompas100 -0,04% ke 1.135.
Indeks Sri Kehati -0,18% ke 343.
Indeks SMInfra18 +0,56% ke 294.
Saham Teraktif: FREN, DYAN, BBRI, FREN-R, CENT, BBCA, AGRO.
Saham Top Gainers LQ45: JPFA, MNCN, BMRI, BTPS, CPIN, SMGR, INDF.
Saham Top Losers LQ45: BBRI, AKRA, BBTN, TLKM, WIKA, UNTR, PTBA.
Nilai transaksi Rp5,02 triliun. Volume perdagangan sebanyak 134,92 juta lot saham. Investor asing net sell Rp166,19 miliar.
Nilai tukar rupiah melemah 0,06 persen ke level Rp14.494 terhadap USD (12.00 PM).
Bursa Asia
Pasar saham Asia bergerak stabil, naik tipis pada perdagangan sesi siang hari Rabu (28/4). Pelaku pasar bersikap berhati-hati menyusul kenaikan yield obligasi USA menjelang rilis kebijakan moneter the Fed.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun kembali ke level 1,6 persen. Lonjakan harga komoditas terhenti seiring pergerakan naik yield obligasi tersebut. Tim Riset Goldman Sachs Group Inc memperkirakan komoditas akan memperpanjang reli selama 6 bulan ke depan karena ekonomi global pulih dari pandemi.
Ekspektasi inflasi tertinggi sejak 2013 seiring kenaikan yield lagi karena pasar menunggu pembaruan stimulus pemerintah USA dan bank sentral. Presiden Joe Biden akan berpidato di depan kongres dan the Fed menyampaikan rilis kebijakan pada Rabu waktu setempat. Bloomberg memberitakan, para investor mencermati sinyal bank sentral menarik kebijakan pembelian aset karena ekonomi pulih di tengah kekhawatiran bahwa penarikan dukungan dapat memicu volatilitas suku bunga global dan aset berisiko.
"Ini adalah the Fed yang berorientasi pasar. Mereka (the Fed) telah memberi pasar banyak alasan untuk bergantung pada mereka. "Jika Chairman the Fed mengubah taktik, akan terlihat koreksi pasar besar-besaran," ujar Komal Sri Kumar, Analis pada sri Kumar Global Strategies Inc.
Pasar saham Jepang mampir di zona positif. Indeks Nikkei 225 menguat 0,34 persen. Sementara Indeks Topix juga bergerak naik sebesar 0,41 persen. Penjualan ritel di Jepang periode Maret naik 5,2 persen (YoY). Data tersebut lebih tinggi dari perkiraan para analis sebesar 4,7 persen.
Pasar saham Hong Kong bergerak hijau. Indeks Hang Seng menguat 0,13 persen. Sementara pasar saham China bergerak mixed. Indeks Shanghai Composite melemah tipis dan Indeks Shenzhen Component menguat 0,499 persen.
Sedangkan Indeks S&P/ASX200 di pasar saham Australia melaju 0,5 persen. Inflasi Australia naik 0,6 persen di kuartal pertama. Data inflasi ini lebih kecil dari perkiraan sebesar 0,9 persen dibanding kuartal sebelumnya.
Adapun Indeks acuan regional, MSCI Asia Pacific Index (tidak termasuk pasar Jepang) bergerak turun 0,15 persen. Indeks Kospi (Korsel) melemah 0,93 persen.
Indeks dolar AS melaju ke level 91,009 dari sesi sebelumnya di posisi 90,9.
Kurs yen melandai ke posisi ke 108,85 terhadap USD dari sesi sebelumnya pada level 108.
Nilai tukar dolar Australia melorot ke posisi $0,7746 dari sesi sebelumnya di $0,78.
Minyak
Harga minyak merosot saat sesi pagi pada perdagangan hari Rabu (28/4) di pasar komoditas Asia seiring kenaikan kasus covid19 di India. Stok minyak USA yang lebih banyak dari perkiraan mengimbangi kepercayaan yang diperlihatkan OPEC plus bahwa pemulihan demand minyak secara global.
Minyak WTI melemah 23 sen per barel ke harga USD62,71 per barel. Minyak Brent drop 26 sen per barel ke harga USD66,16 per barel. (pkl 02.05 GMT).
Diunggah ulang dari indopremier, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้