Dulu aku kira trading forex itu cuma soal cari strategi terbaik. Setelah coba berbagai gaya, akhirnya aku sadar setiap trader punya “karakter” sendiri. Dan karakterku? Nggak cocok jadi scalper full time.
Teknik scalping forex itu cepat banget. Pernah sehari aku buka lebih dari 30 posisi, ada yang profit, ada juga yang rugi. Akhirnya capek sendiri. Tapi dari scalping aku belajar banyak: cara baca market di timeframe kecil, pentingnya broker yang responsif, dan yang paling utama: kontrol emosi.
Sekarang aku lebih sering swing, tapi sesekali masih scalping kalau lagi mood. Menurutku, setiap trader sebaiknya coba scalping setidaknya sekali, biar tahu seberapa kuat mentalnya.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน


เขียนข้อความของคุณตอนนี้