Harga Pangan Masih Tinggi, Pemerintah Kelabakan Mengurus Tata Niaga Pangan

avatar
· Views 2,994
Harga Pangan Masih Tinggi, Pemerintah Kelabakan Mengurus Tata Niaga Pangan

ILUSTRASI. Petani memetik jagung saat panen perdana di kawasan lumbung pangan (food estate) Kampung Wambes, Distrik Mannem, Keerom, Papua, Kamis (06/07/2023). ANTARA FOTO/Sakti Karuru/Spt.

Reporter: Lailatul Anisah, Vendy Yhulia Susanto | Editor: Sandy Baskoro

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia mengalami problem klasik dan berulang saban tahun: lonjakan harga bahan pangan. Eskalasi harga pangan semakin menjadi-jadi lantaran dibayangi El-Nino dan ancaman krisis pangan. Agar tak kelabakan, pemerintah diminta serius membenahi tata niaga pangan dari hulu hingga hilir.

Kenaikan harga beras belum mereda, kini para peternak unggas berteriak. Pasalnya, harga jagung bergerak fluktuatif. Wakil Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Hidayaturrahman menyatakan, harga pakan jagung sudah melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah. 

Ini Artikel Spesial

Agar bisa lanjut membaca sampai tuntas artikel ini, pastikan Anda sudah berlangganan atau membeli artikel ini.

Sudah berlangganan? Masuk

Berlangganan

Berlangganan Hanya dengan 20rb/bulan Anda bisa mendapatkan berita serta analisis ekonomi, bisnis, dan investasi pilihan

Rp 20.000

Bayar per artikel

Hanya Rp 5.000 untuk membaca artikel ini

Rp 5.000

Berlangganan dengan Google

Anda dapat menggunakan akun Google sebagai metode pembayaran karena Google akan mengingat metode yang sudah pernah digunakan.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest