Kabar Baik! WHO Akhirnya Setujui Vaksin Sinovac

avatar
· Views 79

Kabar Baik! WHO Akhirnya Setujui Vaksin Sinovac


Jumlah  warga Indonesia yang mendapat vaksin Covid-19 semakin bertambah. Begitu juga engan jumlah dosis vaksin yang sudah diperoleh sebanyak 75,9 juta dosis untuk digunakan pada 37,5 juta penduduk Indonesia. Saat ini, Pemerintah terus menggalakkan pengadaan vaksin Covid-19 dengan sejumlah produsen farmasi global. Salah satunya dengan produsen asal China, Sinovac Biotech.

Bahkan saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyetujui vaksin Covid-19 buatan Sinovac Biotech untuk penggunaan darurat.

Kabar baik ini membuka jalan bagi vaksin buatan China itu untuk digunakan semakin luas di berbagai negara. Panel pakar independen merekomendasikan vaksin Sinovac untuk orang dewasa berusia di atas 18 tahun, dengan pemberian dosis kedua dua 2 sampai 4 pekan setelah yang pertama.

Tidak ada batasan usia atas karena data menyebutkan vaksin ini memiliki efek perlindungan pada orang tua. Tim penasihat teknis WHO mengambil keputusan setelah meninjau data klinis terbaru mengenai keamanan dan kemanjuran vaksin Sinovac serta praktik manufaktur perusahaan.

WHO menjelaskan, tingkat kemanjuran vaksin Sinovac untuk mencegah gejala penyakit pada 51 persen penerima, mampu mencegah Covid-19 parah, dan rawat inap pada 100 persen populasi yang diteliti. Sementara itu Kelompok Penasihat Strategis (SAGE) yang terpisah dari WHO sebelumnya mengungkap, kemanjuran vaksin ini berdasarkan uji klinis Fase III di berbagai negara berkisar antara 51 hingga 84 persen.

Daftar darurat vaksin Covid-19 WHO merupakan sinyal bagi regulator di setiap negara untuk mendapat jaminan keamanan dan kemanjuran suatu produk. Ini juga memungkinkan produk China itu dimasukkan dalam program Covax yang diinisiasi WHO.

Covax sendiri merupakan program global untuk menyediakan vaksin, terutama bagi negara-negara miskin yang menghadapi masalah pasokan. CoronaVac, nama dari produk tersebut, merupakan vaksin kedua dikembangkan China yang mendapat persetujuan dari WHO untuk penggunaan darurat. 

Sinopharm lebih dulu mendapatkan izin yakni pada 7 Mei 2021. Sementara itu vaksin ketiga dari China yang diproduksi oleh CanSino Biologics telah mengirimkan data uji klinis, namun WHO belum menjadwalkan peninjauan.


Diunggah ulang dari okezone, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest