
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG hari ini (7/6) diperkirakan konsolidasi cenderung melemah. IHSG pada Jumat (4/6) ditutup melemah 0,43% di level 6.091.
Analis Erdikha Elit Sekuritas Regina Fawziah menjelaskan, pergerakan IHSG hari ini akan ditentukan ada rilis data ekonomi Amerika Serikat. Seperti data Non Farm Payrolls AS yang ternyata dirilis lebih rendah dari proyeksi konsensus di Trading Economics. Dimana realisasi ada di 559.000 dari proyeksi 650.000. Namun, angka masih jauh lebih baik dari non farm payrolls pada bulan April 2021 di 266.000.
Pada hari Jumat (4/6), Amerika Serikat rilis data Unemployment rate yang kembali mengalami penurunan dari sebelumnya yakni 6,1% menjadi 5,8%. Angka ini jauh lebih baik dari konsesus analis yang memperkirakan di 5,9%.
Dari beberapa data tersebut membaik maka menurut Erdikha Elit Sekuritas, dapat mendorong laju indeks AS namun sekaligus juga menambah kekhawatiran bagi para pelaku pasar terkait adanya Tapering yang akan dilakukan oleh Bank Sentral the Fed. "Karena seperti yang diketahui bahwa tingkat angka pengangguran di AS merupakan salah satu tolak ukur bagi the Fed untuk tapering off," jelas Regina.
AS juga menggunakan patokan Inflasi dan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) untuk menentukan kebijakan moneter selanjutnya akan seperti apa. Jadi berdasarkan beberapa tersebut, Regina memperkirakan, IHSG hari ini Senin (7/6/2021) akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan melemah pada range level support 6.000 dan level resistance 6.110.
IHSG pada Jumat (4/6/2021) ditutup melemah 0,43% pada level 6.091. Menurut Regina, indikator stochastic juga nampak berada pada areal overbought yang mengindikasikan adanya potensi terjadi pelemahan.
Indeks dibebani oleh sektor Transportation & Logistic (-2,348%), Basic Materials (-1,909%), Industrials (-1,445%), Properties & Real Estate (-1,225%), Consumer Non-Cyclical (-0,837%), Energy (-0,53%), Healthcare (-0,424%), Consumer Cyclicals (-0,33%), Financials (-0,106%), Infrastructures (-0,036%). IHSG juga ditopang sektor technology (13,011%) yang mengalami penguatan walaupun tidak signifikan.
Pergerakan IHSG cenderung melemah, karena rilis beberapa data ekonomi AS yang membaik. Pelaku pasar juga khawatir adanya tapering dan membuat IHSG kembali melemah ketika data ekonomi terutama inflasi cukup membaik.
Kondisi ini juga memicu adanya potensi bagi bank sentral baik The Fed maupun Bank Indonesia untuk menaikkkan suku bunga, meskipun jika diperhatikan perubahan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini. "Meskipun hampir semua data membaik jika dibandingkan dengan tahun 2020, namun menurut kami, para pemegang kebijakan juga tidak akan terburu-buru atau secara mendadak melakukan perubahan," kata Regina.
Karena itu, Regina menyarankan, memperhatikan gejolak pasar dan meminimalisir adanya dampak yang berlebih terhadap respon pasar. "Dan kami masih memproyeksikan sesuai dengan proyeksi Bank Indonesia yang menilai inflasi hingga akhir tahun masih akan cenderung rendah," ujar Regina.
Erdikha Elit Sekuritas memproyeksikan, perubahan terkait suku bunga baru minimal baru akan terjadi awal tahun depan.
Diunggah ulang dari Kontan, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้