IHSG Terhalang Resistance 6.115 & Potensi Diperpanjangnya PPKM Darurat

avatar
· Views 252

Bursa Wall Street ditutup melemah pada perdagangan akhir pekan, terbebani oleh penurunan saham Amazon, Apple dan saham teknologi kelas berat lainnya. Sementara itu investor juga kian khawatir akan peningkatan kasus virus corona terkait dengan varian Delta yang sangat menular. Lonjakan kasus Covid-19 di AS membuat Los Angeles County menerapkan kembali mandat menggunakan masker mulai akhir pekan ini, setelah pejabat kesehatan masyarakat mengatakan kasus virus corona AS naik 70% dari minggu sebelumnya, dengan tingkat kematian naik 26%. Dow Jones ditutup turun 299,17 poin (-0,86%) menjadi 34.687,85, S&P 500 kehilangan 32,87 poin (-0,75%) ke level 4.327,16 dan Nasdaq mengalami koreksi 115,9 poin (-0,8%) ke posisi 14.427,24. Dalam sepekan ketiga indeks saham utama AS melemah dimana Dow Jones kehilangan -0,52%, S&P 500 turun sekitar -0,97% dan Nasdaq merosot -1,87%.


Sementara dari dalam negeri IHSG ditutup menguat 25,756 poin (+0,43%) ke level 6.072,51 pada perdagangan akhir pekan. Investor asing membukukan pembelian bersih sebesar Rp. 629 miliar di pasar reguler. Sepanjang minggu lalu IHSG berhasil menguat sebesar +0,54% dengan diikuti oleh net buy asing di pasar reguler senilai Rp 1,39 triliun.

IHSG berhasil menguat dalam sepekan di tengah masih naiknya angka Covid-19 secara nasional yang beberapa kali mencatatkan rekor tertinggi serta pelaksanaan PPKM Darurat. Rilis data domestik seperti neraca perdagangan, ekspor dan impor bulan Juni yang cukup positif menjadi penopang kenaikan IHSG. Di sisi lain, kabar terkait The Fed yang masih belum akan mengubah kebijakan moneternya hingga akhir tahun, juga menjadi katalis positif yang mendorong kenaikan IHSG. Namun kenaikan IHSG tertahan oleh potensi perpanjangan PPKM darurat mengingat angka kasus Covid-19 secara harian yang masih tinggi.

Meski berhasil menguat pada minggu lalu, namun pergerakan IHSG masih cenderung sama dengan pekan sebelumnya. Secara teknikal IHSG masih melanjutkan fase konsolidasinya dengan bergerak sideways dalam jangka pendek. Indikator teknikal MACD yang bergerak mendatar diatas centreline, mengindikasikan bahwa IHSG masih berada di fase sideways dengan kecenderungan bergerak positif.

IHSG Terhalang Resistance 6.115 & Potensi Diperpanjangnya PPKM Darurat

IHSG pada pekan ini diperkirakan akan bergerak dikisaran rentang area support-resistance 5.947 hingga 6.115. Apabila mampu breakout dan bertahan diatas resistance 6.115, maka IHSG berpeluang melanjutkan penguatannya menuju target di level 6.230. Sedangkan jika turun dan gagal bertahan di support 5.947, ada peluang bagi IHSG untuk melemah lagi menuju 5.883. Belum ada konfirmasi lanjutan selama IHSG tidak mampu menembus level resistance 6.115 ataupun support level 5.983.

Untuk minggu ini perhatian pelaku pasar akan tertuju pada RDG Bank Indonesia pada hari kamis. Proyeksi untuk suku bunga acuan serta lending facility rate dan deposite facility rate diperkirakan masih akan cenderung stagnan di level yang sama yakni 3,5% untuk suku bunga acuan, 2,75% untuk deposit facility rate dan 4,25% untuk lending facility rate. Sementara dari luar negeri, data dan agenda ekonomi penting yang akan menjadi perhatian dari investor di pekan ini antara lain adalah :

  • Selasa 20 Juli 2021 : Rilis data inflasi Jepang, Kebijakan Moneter Bank Sentral Australia (RBA)
  • Rabu 21 Juli 2021 : Rilis data perdagangan Jepang
  • Kamis 22 Juli 2021 : Kebijakan Moneter dan suku bunga serta pernyataan ECB
  • Jum’at 23 Juli 2021 : Rilis data manufaktur dan sektor jasa zona eropa, Rilis data manufaktur dan sektor jasa AS

Untuk sementara ini dulu yang bisa saya sampaikan dalam weekly strategic analysis pada pekan ini. IHSG masih berada dalam fase konsolidasi menunggu breakout resistance 6.115 untuk melanjutkan penguatannya. Namun masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia dan belum melandai, membuka peluang diperpanjangnya PPKM Darurat sehingga dapat membuat pemulihan ekonomi serta mobilitas masyarakat terganggu. Kondisi ini dapat membuat laju penguatan IHSG tertahan dan gagal breakout, sehingga akan melanjutkan fase konsolidasinya.

Tetap disarankan hati-hati dan safe trading. Kontrol resiko sesuai dengan trading plans yang telah dibuat. Sementara bagi investor, jika terjadi koreksi massive bisa dimanfaatkan untuk akumulasi bertahap dengan melakukan buy on weakness, terutama pada saham-saham yang masih memiliki fundamental bagus dan dan kinerja keuangan yang kuat, serta prospek yang cerah pasca berakhirnya pandemi Covid-19 nanti. Atur strategi pembelian dan money manajemennya.

Mengenai saham-saham apa saja yang menarik untuk di tradingkan dalam jangka pendek atau saham-saham apa yang dapat diakumulasi untuk menjadi investasi jika terjadi koreksi, akan diulas secara khusus di area member premium. Diperlukan pengalaman, keahlian dan strategi khusus dalam melakukan analisa, baik teknikal maupun fundamental untuk menentukan kapan waktu terbaik untuk masuk ataupun keluar dari posisi trading ataupun investasi.


Diunggah ulang dari Investing, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.


คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 1

  • tradingContest