
Harga minyak terus turun pada Senin (02/08) petang meski ada kekhawatiran atas pemulihan ekonomi yang melambat di China, negara konsumen minyak terbesar kedua global, mengaburkan prospek permintaan bahan bakar. Investor juga menantikan Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan negara mitra lainnya (OPEC+) untuk meningkatkan produksi minyak.
Harga minyak Brent kian turun 1,13% ke $74,56 per barel pukul 13.10 WIB dan harga minyak WTI turun 0,99% di $73,27 menurut data Investing.com.
Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) China yang dirilis sebelumnya, lebih rendah dari perkiraan sebesar 50,3 pada bulan Juli. PMI manufaktur dan non-manufaktur, yang dirilis pada hari Sabtu, sebesar 50,4 dan 53,3.
Biaya bahan baku yang lebih tinggi, pemeliharaan peralatan, banjir baru-baru ini, dan wabah terbaru COVID-19 membebani aktivitas bisnis di negara itu, dengan mencatat laju pertumbuhan paling lambat dalam hampir 1,5 tahun.
"China telah memimpin pemulihan ekonomi di Asia dan jika kemunduran semakin dalam, kekhawatiran akan tumbuh bahwa prospek global akan mengalami penurunan yang signifikan ... prospek permintaan minyak mentah sedang goyah dan kemungkinan tidak akan membaik sampai vaksinasi global membaik," Analis Senior OANDA Edward Moya mengatakan kepada Reuters.
Produksi minyak OPEC+ Juli dilaporkan naik ke level tertinggi sejak April 2020. Kelompok ini akan semakin mengurangi pembatasan produksi yang ada mulai 1 Agustus dan seterusnya, sementara Arab Saudi, negara pengekspor minyak terbesar global, menghentikan pengurangan pasokan sukarela.
Kabar COVID-19, jumlah kasus harian global terus meningkat. Namun, diharapkan tingkat vaksinasi yang lebih tinggi dapat mencegah perlunya tindakan pembatasan ketat yang menyebabkan penurunan tajam permintaan bahan bakar pada tahun 2020.
AS tidak akan memerintahkan kebijakan lockdown, tetapi "segalanya akan menjadi lebih buruk" karena varian Delta dari virus memicu lonjakan kasus harian di sebagian besar populasi yang tidak divaksinasi, Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS Anthony Fauci mengatakan pada hari Minggu.
Di India, negara pengimpor minyak terbesar ketiga global, konsumsi bensin harian bulan Juli melebihi tingkat sebelum COVID-19. Negara-negara bagian di seluruh negeri melonggarkan penguncian COVID-19 sementara penjualan minyak gas rendah, memberikan indikasi aktivitas industri yang lemah.
Sementara itu, Iran kemungkinan berada di balik serangan hari Kamis silam terhadap sebuah kapal tanker produk minyak yang dikelola Israel di lepas pantai Oman, AS dan Inggris menyatakan pada hari Minggu. Serangan itu menewaskan seorang warga Inggris dan seorang warga Rumania, di mana AS dan Inggris berjanji untuk bekerja sama dengan mitranya untuk merespons hal tersebut.
Diunggah ulang dari investing, semua hak cipta dimiliki oleh penulis asli.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้