Harga Bitcoin Bangkit ke Posisi US$ 58.000

avatar
· Views 1,611


Harga Bitcoin Bangkit ke Posisi US$ 58.000


Setelah terempas ke level US$ 54.000, harga Bitcoin langsung bangkit pada Kamis (14/10) ke posisi US$ 58.000, tertinggi sejak Mei lalu. Mengacu data CoinDesk, harga Bitcoin pada Kamis pukul 11.00 WIB ada di US$ 58.078,50, naik 3,18% di banding posisi 24 jam sebelumnya.  Sementara berdasarkan laman Indodax dan Bitcoin.co.id, harga 1 Bitcoin dalam rupiah pada Kamis pukul 11.00 WIB ada di Rp 820,003 juta.


Bitcoin saat ini semakin mendekati harga tertinggi sepanjang masa di US$ 64.888,99, menandai pemulihan tajam dari penurunan hampir 50% dua bulan lalu.  Pemulihan harga Bitcoin jauh lebih cepat dari indeks S&P 500 yang menghasilkan imbal negatif selama tiga bulan terakhir, dibandingkan dengan kenaikan BTC hampir 70%.


Untuk saat ini, analis sedang memantau data blockchain yang menunjukkan kenaikan yang berkelanjutan untuk harga Bitcoin, kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.


“Terlepas dari larangan kripto China, tampaknya penambang termasuk mereka yang berada di China, memegang BTC di dompet penambangan,” kata Ki Young Ju, CEO CryptoQuant, seperti dikutip CoinDesk. 


Pernyataan Ki merujuk pada penurunan arus keluar Bitcoin milik penambang yang cenderung merupakan indikator bullish untuk harga aset tertua di dunia itu.


Amerika Serikat (AS) mengambil alih China sebagai pusat penambangan Bitcoin terbesar di dunia mengacu Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF), Inggris, yang terbit Rabu (13/10).


Pihak berwenang China melarang aktivitas penambangan Bitcoin awal tahun ini, yang menyebabkan para penambang menghentikan aktivitas mereka atau pindah ke luar negeri. Pangsa China atas kekuatan komputer yang terhubung ke jaringan Bitcoin global, yang dikenal sebagai "hash rate", turun menjadi nol pada Juli lalu, dari 44% di Mei, data CCAF menunjukkan, seperti dikutip Reuters.


Sementara AS sekarang menjadi pusat penambangan Bitcoin terbesar di dunia, sekitar 35,4% dari hash rate global pada akhir Agustus, diikuti oleh Kazakhstan dan Rusia, menurut data CCAF.


Sumber: Kontan

Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli


คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest