Harga emas naik pada Selasa (19/10) pagi di Asia lantaran penurunan imbal hasil obligasi dan dolar AS memberikan beberapa dukungan kepada logam kuning. Harga emas berjangka terus naik 0,55% ke $1.775,45/oz pukul 11.51 WIB menurut data Investing.com.
Dolar AS, yang biasanya bergerak terbalik terhadap emas, makin beranjak melemah 0,30% di 93,662. Patokan imbal hasil Treasury 10-tahun AS juga berada dalam tren menurun 0,20% ke 1,581 sampai pukul 11.48 WIB.

Data pabrik AS yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa produksi industri berkontraksi 1,3% bulan ke bulan dan tumbuh lebih kecil dari perkiraan 4,6% tahun ke tahun, di bulan September. Situasi kekurangan semikonduktor global yang berkembang pada penurunan produksi kendaraan bermotor, menjadi bukti lebih lanjut bahwa adanya kendala pasokan berdampak pada pemulihan ekonomi dari COVID-19.
Di Asia Pasifik, Reserve Bank of Australia merilis notulen rapat terbaru sebelumnya. Di logam mulia lainnya, perak terus naik 1,05% di 23,508, platinum naik 1,33% ke 1.052,15 dan palladium naik 0,74% di 2.032,00 pukul 11.59 WIB.
Produsen palladium Rusia Nornickel, yang terbesar di dunia, mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah memulai kontes bagi para ilmuwan untuk menemukan cara baru untuk menggunakan logam tersebut. Palladium telah diterpa situasi kekurangan chip di industri otomotif, sektor konsumen utama Nornickel.
Sumber: Investing
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้