
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street kembali cetak rekor pada perdagangan Rabu, 3 November 2021. Wall street kembali raih rekor setelah the Federal Reserve (the Fed) mengumumkan akan segera mulai mengurangi laju pembelian obligasi bulanannya atau tapering.
Rata-rata indeks utama di wall street terus naik di zona hijau seiring bank sentral AS mengatakan akan mulai mengurangi pembelian obligasi akhir bulan ini. The Fed juga kembali menegaskan tidak akan terburu-buru untuk menaikkan suku bunga setelah menyelesaikan tapering pada 2022.
Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones naik 104,95 poin menjadi 36.157,58 setelah turun lebih dari 160 poin pada awal sesi perdagangan dan ditutup ke rekor baru.
Indeks S&P 500 menguat 0,65% ke posisi 4.660,57. Indeks Nasdaq bertambah 1% menjadi 15.811,58. Ini sesi keempat berturut-turut, indeks utama di wall street ditutup di posisi tertinggi baru.
Indeks Russell 2000 naik 1,8% menjadi 2.404,28, dan mencatat rekor penutupan. Indeks Russell 2000 menguat 4,7% pada pekan ini.
The Fed mengatakan akan mulai mengurangi pembelian obligasi pada akhir bulan ini akan mulai mengurangi pembelian obligasi USD 15 miliar per bulan. Ini menempatkannya pada jalur untuk mengakhiri pelonggaran kuantatif pada pertengahan tahun depan. Waktu dan jumlah ini sesuai dengan harapan. Namun the Fed mengatakan siap untuk mengubah laju pembelian jika dijamin oleh perubahan prospek ekonomi.
Bank sentral AS juga secara halus menyikapi inflasi. The Fed mengakui kenaikan harga lebih cepat dan tetap dari yang diperkirakannya. Namun, pernyataan the Fed masih mencirikan kenaikan harga sebagai “sementara” yang dapat mendorong garis waktu kenaikan suku bunga ke depannya.
"Keputusan kami hari ini untuk mulai mengurangi pembelian aset kami tidak menyiratkan sinyal langsung mengenai kebijakan suku bunga kami,” ujar Ketua the Fed Jerome Powell dilansir dari CNBC, Kamis (4/11/2021).
Ia menuturkan, pihaknya tetap mengartikulasikan tes yang berbeda dan lebih ketat untuk kondisi ekonomi yang perlu dipenuhi sebelum menaikkan suku bunga.
“Fakta mereka terus menggambarkan inflasi sebagai transisi menunjukkan mereka akan terus turun lebih lama dari yang diantisipasi banyak orang,” ujar Michael Arone dari State Street Global Advisors.
Powell menuturkan, bank sentral mengubah kebijakan mometer dengan tepat.
"Saya tidak berpikir kita berada di belakang kurva. Saya benar-benar percaya kebijakan diposisikan dengan baik untuk mengatasi berbagai hasil yang masuk akal dan itulah yang perlu kita lakukan,” ujar Powell.
CEO dan CIO of Morgan Creek Capital Management, Mark Yusko mengatakan, pertemuan the Fed tidak mengejutkan sejauh tidak menaikkan suku bunga dan mengurangi tekanan inflasi karena efek dari lockdown memudar.
Di sisi lain, sejumlah rilis laporan keuangan perusahaan berdampak terhadap sejumlah saham. Saham Lyft melonjak 8,2% seiring rilis kuartal III 2021 yang kuat.
Saham CVS health melonjak 5,7% seiring pendapatan lebih baik dari perkiraan. Namun saham Zillow turun 24,8% setelah umumkan akan menutup bisnis pembelian rumah dan flipping.
Saham Bed Bath and Beyond naik usai mengumumkan kemitraan dengan Kroger. Akan tetapi, lonjakan saham 15,2% ikuti kemungkinan tekanan yang singkat.
Saham Activision turun 14,1% setelah mengatakan peluncuran dua game akan ditunda. Perseroan juga mengeluarkan prospek liburan yang lebih lemah meski mengalahkan perkiraan laba untuk kuartal tersebut.
Pengumuman laporan keuangan dengan pendapatan dan laba yang kuat membantu mengangkat pasar kembali sentuh rekor. Dari perusahaan S&P 500 yang telah rilis laporan keuangan, sekitar 80,9% telah mengalahkan harapan konsensus, berdasarkan FactSet. Itu terlepas dari gangguan rantai pasokan yang sedang berlangsung, tantangan tenaga kerja, inflasi komoditas, kebijakan bank sentral dan risiko COVID-19.
“Saham seperti Energizer Bunny karena terus melonjak ke level tertinggi baru dan tidak menunjukkan tanda-tanda yang melelahkan,” ujar Chief Market Strategist LPL Financial, Ryan Detrick.
Ia mengatakan, pihaknya memahami semua kekhawatiran tetapi intinya rilis laporan keuangan seperti pendapatan terus datang dengan cara lebih baik dari yang diharapkan. Hal ini angkat harga saham berada di level saat ini.
Sementara itu, laporan ADP menunjukkan penciptaan lapangan kerja swasta meningkat pada Oktober 2021. Hal ini berkat ledakan perekrutan di sektor perhotelan. Perusahaan menambah 571.000 tenaga kerja pada bulan ini, mengalahkahn estimasi Dow Jones sebanyak 395.000 dan 523.000 yang direvisi turun pada September 2021. Ini adalah bulan terbaik untuk pekerjaan sejak Juni.
Sumber: Liputan6
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
