
EUR/USD berada di bawah tekanan jual yang kuat dan mencapai kerendahan baru di 2021 di bawah 1.1400 di 1.1390, setelah kepala ECB Lagarde mengulangi kembali bahwa kondisi untuk terjadinya kenaikan tingkat bunga adalah sangat tidak mungkin dipenuhi pada tahun 2022.
EUR/USD sempat diperdagangkan naik selama jam perdagangan sesi Asia hari Senin setelah mengalami kerugian lebih dari 1% pada minggu lalu dengan dollar AS berjuang untuk mendapatkan permintaan ditengah turunnya yields obligasi treasury AS. Namun setelah mengalami kenaikan yang tajam karena data inflasi AS naik tinggi, yields obligasi 10 tahun AS pada hari Senin turun hampir 1% di sekitar 1.55%.
Presiden Fed cabang Minneapolis Neel Kashkari mengatakan bahwa mereka seharusnya tidak overacting terhadap faktor-faktor temporer yang menggerakkan inflasi dan bahwa tekanan harga akan melemah pada paruh kedua tahun 2022.
Di dalam catatan yang serupa, Secretary Treasury AS Janet Yellen mengatakan bahwa pandemiklah yang menyebabkan inflasi dan menambahkan bahwa harga-harga diperkirakan akan kembali ke normal suatu saat kelak pada paruh kedua tahun depan.
Namun dalam perdagangan sesi AS, dollar AS berbalik menguat dengan Empire State manufacturing survey yang merupakan indeks kondisi bisnis secara umum muncul dengan kenaikan yang tajam ke 30.9 untuk bulan November, naik signifikan dari angka 19.8 di bulan November dan di atas dari yang diperkirakan sebesar 22.1. Hal ini menambah tekanan terhadap pasangan matauang EUR/USD.
Sumber: Vibiznews
Hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
