
Homma menggambarkan pola candlestick yang pada akhirnya digunakan sebagai acuan oleh sesame pedagang beras pada masa itu. Semua pola candlestick kemudian dirangkum dalam sebuah buku bernama “Sakata Rules”, dimana isinya menjelaskan tentang pola-pola dasar candlestick dan cara penggunaannya.
Metode ini, kemudian dibawa dari Jepang dan diperkenalkan secara luas oleh Steve Nison dalam bukunya mengenai Candlestick, sehingga menjadi popular di kalangan trader mulai dari saham hinggo forex trading.
Kenapa Harus Belajar Candlestick?
Traders, untuk menjadi seorang trader handal, harus memiliki strategi trading sendiri. Ada banyak ilmu analisa teknikal yang bisa dipelajari oleh para trader. Mulai dari strategi menggunakan indikator, hingga price action, dapat dipelajari oleh trader. Tetapi dari semua strategi trading yang ada, tidak bisa terlepas dari ilmu candlestick, yang sudah terbukti dan menjadi acuan dasar bagi semua trader.
Lalu, kenapa kita harus belajar candlestick, ada beberapa sebab berikut:
1. Indikator tertua, candlestick merupakan indikator tertua yang terkenal di kalangan trader. Dimana candlestick sudah mulai dipergunakan sejak abad ke-17 sampai sekarang. Sehingga tidak perlu diragukan lagi akurasinya.
2. Refleski dari pergerakan harga, dari batang candlestick bisa menunjukkan pergerakan harga sebenarnya yang sedang terjadi mulai dari harga pembukaan, harga penutupan, harga tertinggi, dan harga terendah. Yang bisa dijadikan acuan trader untuk pemgambilan keputusan.
3. Dasar dari ilmu analisa teknikal, dari sekian banyak ilmu analisa teknikal yang digunakan, ilmu candlestick merupakan dasar dari ilmu analisa tersebut. Karena ilmu analisa yang ada saat ini, merupakan pengembangan lanjutan dari ilmu candlestick yang sudah ada.
4. Dapat digunakan di platform apa saja, ilmu candlestick saat ini bisa diterapkan di platform trading apa saja, seperti Metatrader 4, Metatrader 5, bahkan WebTrading. Tentunya memudahkan trader untuk melakukan analisa di platform yang digunakan.
Kelebihan Candlestick
Candlestick memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh indikator-indikator lainnya, antara lain:
1. Sudah teruji sejak lama, candlestick sudah teruji sejak digunakan dari abad ke-17 hingga sekarang. Hal tersebut menjadikan candlestick sebagai acuan dalam menciptakan atau mengembangkan indikator baru yang dasarnya dari ilmu candlestick.
2. Tidak perlu update, candlestick merupakan indikator yang bisa merefleksikan pergerakan harga yang terjadi secara nyata, tanpa ada delay. Dan dalam penggunaannya, candlestick tidak perlu pembaruan, berbeda halnya dengan indikator ataupun robot trading yang seringkali harus melakukan pembaruan untuk logika penggunaannya.
3. Bisa berdiri sendiri, candlestick merupakan indikator dasar dimana dalam penggunaannya bisa berdiri sendiri tanpa bantuan indikator lain dalam pembuatan analisa. Selain itu, candlestick juga bisa digabungkan dengan indikator lain agar lebih memudahkan dalam pengamatan pasar.
4. Informasi jelas, candlestick dapat memberikan informasi yang lebih lengkap dibandingkan bentuk grafik lainnya. Karena candlestick bisa memberikan informasi tentang harga pembukaan, penutupan, tertinggi, terendah, serta pihak yang mendominasi pasar yang bisa digambarkan dalam bentuk batang candlestick.
5. Menyimpan history perdagangan, di dalam grafik candlestick yang sudah terbentuk, sudah tersimpan history perdagangan yang terjadi di masa lalu, yang bisa digunakan oleh trader sebagai acuan dalam membuat analisa trading, sehingga lebih memudahkan trader untuk mengambil keputusan.
Komponen Candlestick
Di dalam candlestick terdapat 2 komponen yang harus diketahui agar lebih mudah dan akuran dalam membaca candlestick, yaitu:
- Badan candle (body), bagian dari candlestick yang menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan pada waktu tertentu yang ditunjukkan dari bentuk dan warna.
Melalui ukuran badan candlestick, kita bisa mendapatkan informasi mengenai kekuatan antara pembeli dan penjual. Jika badan memanjang, berarti momentum sedang menguat. Namun, jika badan mengecil maka momentum juga makin melemah. - Sumbu/Ekor candle (shadow), bagian yang menunjukkan harga tertinggi dan harga terendah pada waktu tertentu yang ditunjukkan dari garis lurus yang membentang dari atas dan bawah tubuh candlestick dan berwarna sama seperti bentuk candle-nya.
Panjang sumbu atau ekor candlestick berkaitan dengan volatilitas harga. Sumbu panjang menandakan pergerakan harga yang cepat selama durasi candlestick, tetapi mendapat penolakan akibat adanya perlawanan.
Dicetak ulang dari Finex, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
