
Indeks saham teknologi China menjalani reli terbesar dalam tiga bulan terakhir. Hal ini tak lepas dari valuasi yang menarik di sektor yang babak belur dan prospek kondisi kebijakan moneter yang lebih longgar hingga menarik banyak investor.
Dikutip dari Bloomberg, Ranu (12/1/2022), indeks Hang Seng Tech telah mengalami kenaikan sebesar 5 persen pada hari Rabu, menuju level tertinggi dalam sebulan di mana hampir semua komponennya melaju dengan nilai yang lebih tinggi.
Dipimpin oleh JD.com Inc. dan Meituan meroket sampai dengan 9,8 persen, yang turut mendorong indeks acuan Hang Seng naik sebanyak 2,7%.
Tak hanya itu, kebijakan moneter China akan menjadi longgar sangat kontras dengan Federal Reserve.
“Kami melihat rebound cepat setelah saham telah oversold,” kata Steven Leung, direktur eksekutif di UOB Kay Hian Hong Kong Ltd. “Tahun ini, belum ada tindakan keras baru yang diumumkan oleh regulator China, yang meningkatkan kepercayaan beberapa investor bahwa mungkin sudah waktunya untuk membeli.”
Indeks Hang Seng Tech kini telah rebound lebih dari 10% dari titik terendahnya minggu lalu, tapi masih di bawah 40% dari puncaknya pada Februari 2021. Sementara itu, JD.com dan Alibaba Group Holding Ltd telah menjalani reli lebih dari 20% dari posisi terendah baru-baru ini.
Beberapa investor memasang taruhan pada rebound indeks. Empat dari lima opsi paling aktif pada benchmark teknologi Hong Kong adalah kontrak bullish pada Rabu ini, termasuk jika indeks naik lagi 4,1% menjadi 6.100 pada 28 Januari.
Rasio harga terhadap pendapatan ke depan indeks menyentuh rekor terendah relatif terhadap Indeks Nasdaq 100 dan Indeks ChiNext pada akhir Desember.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
