
TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Puluhan massa aksi berunjuk rasa di depan Kantor PT Trijaya Pratama Futures yang berlokasi di Kompleks Jati Junction Jalan Gaharu Kecamatan Medan Timur Kota Medan, Selasa (8/2/2022).
Massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Cakra mendatangi lokasi tersebut dengan membawa spanduk untuk meminta pihak PT Trijaya Pratama Futures untuk membayar pesangon kepada pegawai yang bekerja di perusahaan tersebut.
"Trijaya tidak membayarkan pesangon, dan juga Trijaya pencemaran nama baik ketua umum kami, bapak Toni," ujar Ketua Satma Cakra, Iqbal Pasaribu.
Iqbal menuturkan adapun pesangon yang belum dibayarkan oleh pihak perusahaan diperkirakan mencapai Rp 600 juta.
Selain itu, pihaknya juga melaporkan pihak PT Trijaya ke Polrestabes Medan karena dianggap melakukan pencemaran nama baik.
"Kalau di dalam sistem saham ini, ketika nama kita buruk di luar sana, maka orang tidak akan mau menginvestasikan sahamnya untuk kita," jelasnya.
Aksi tersebut kemudian direspons oleh pihak perusahaan.
Adapun perwakilan massa aksi dan pihak perusahaan bertemu membahas masalah tersebut.
Adapun hasil dari pertemuan tersebut, Iqbal menuturkan akan menunggu hasil selanjutnya dari perusahaan selama 30 hari ke depan.
"Tadi kami sudah sampaikan kronologis kepada pihak perusahaan, dan nantinya mereka akan menyampaikan kepada pimpinan pusat mereka. Jadi kami masih menunggu waktu selama 30 hari ke depan," tandasnya.
Dicetak ulang dari Medan Tribun News, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
