Day Trading versus Swing Trading mana yang terbaik ?

avatar
· Views 126

Day Trading versus Swing Trading mana yang terbaik ?

Memilih strategi trading yang tepat dan mampu memberikan keuntungan sesuai target yang diharapkan, membutuhkan waktu yang tidak sebentar.  Selain harus sesuai dengan typical penggunanya, karakteristik dari strategi trading juga harus diujicobakan pada berbagai instrument.

Lantas apa perbedaan dari keduanya  ?

DAY TRADING

Adalah sebuah tehnik trading yang akan membuka dan menutup posisi perdagangan di hari yang sama.  Trader yang berkarakter sebagai seorang day trader, tidak menyukai mempertahankan posisi perdagangan berhari-hari atau bahkan lebih.  Mereka ingin mendapatkan kepastian hasil transaksi (profit atau loss) dalam waktu cepat.  Meskipun transaksinya dilakukan secara cepat, mereka bukanlah seorang scalper, karena umumnya time frame minimal yang digunakan adalah H1 atau H4.

KEUNGGULAN

  • Psikologi trading terjaga, karena posisi perdagangan tidak akan dibiarkan berlarut-larut lebih dari 24 jam dan ini akan menghindarkan dari resiko floating yang berkepanjangan dan terbebas dari beban bunga (swap).
  • Kepastian hasil (profit atau loss) akan didapatkan di hari yang sama, sehingga dapat memberikan kesempatan untuk melakukan evaluasi dan menetapkan trading plan untuk keesokan harinya.  Dan secara umum, target profit yang biasa dilakukan oleh seorang daily trader tidak lebih dari 100 poin dengan batasan resiko yang terukur.

KELEMAHAN

  • Kepastian hasil di hari yang sama, seorang day trader harus mengalokasikan banyak waktu di depan monitor untuk memantau grafik agar tidak kehilangan kesempatan pada saat pengambilan keputusan entry dan exit.
  • Pergerakkan harga yang begitu dinamis ditambah kontrol emosi yang lemah, dapat menimbulkan sindrom FOMO (Fear Of Missing Out) dimana seorang day trader akan memiliki kecemasan dan rasa khawatir bila kehilangan moment atau missing related information yang diharapkan.

SWING TRADER

Adalah sebuah tehnik trading dengan target jangka menengah – Panjang. Swing trading juga merupakan satu dari beberapa trading style yang diterapkan dengan tujuan memaksimalkan keuntungan.

Secara umum, Swing trader akan berusaha untuk mendapatkan keuntungan seoptimal mungkin dengan menempatkan posisi entry pada titik-titik pembalikkan harga.   Mereka biasanya mencari instrument dengan range price yang cukup lebar dengan memanfaatkan time frame besar (D1 / Wk / Mn), kemudian menahan posisi trading dalam tempo berhari-hari (bahkan hingga hitungan pekan atau lebih), 

Dalam aplikasinya, seorang swing trader biasanya akan mengambil ancang-ancang untuk entry dengan meletakkan buy di level support dan sell di level resistance, memanfaatkan pola-pola breakout, Pullback dan Trade Bouncing.  Dan untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan,  setidaknya ada 2 komponen dasar penting yang akan menjadi concern dalam pengaplikasiannya, yakni trend identification dan risk management.

KEUNGGULAN

  • Dengan menerapkan pola set and forget, seorang swing trader memiliki waktu yang jauh lebih fleksible. Dengan pola memanfaatkan suatu pergerakkan harga ditambah ekspektasi target profit yang besar, mereka cukup memantau transaksinya sesekali saja.
  • Jumlah transaksi yang dibuka tidaklah banyak, sehingga ini dapat menjaga margin level pada saat harga bergerak tidak sesuai dengan arah entry.  Seorang swing trader akan berfokus kepada kualitas transaksi, bukan kuantitas, yang mana mereka akan lebih  menitikberatkan pada keakurasian sinyal dan manajemen resiko dari pembukaan hingga penutupan dari setiap posisinya.

KELEMAHAN

  • Untuk mendapatkan keakurasian sinyal,  seorang swing trader dituntut memiliki kemampuan analisis yang baik serta pemikiran cermat tentang apa dan bagaimana data-data ekonomi serta mengetahui berbagai informasi atau  berita besar terkini yang akan berdampak pada prospek ekonomi suatu negara serta mengaplikasikannya pada instrument yang akan dan sedang ditansaksikan.
  • Menahan posisi yang cukup lama, tentu membutuhkan margin yang juga tidak kecil.  Memahami rule dari sebuah broker menjadi syarat mutlak.  Seorang swing trader wajib mengetahui berapa leverage yang diberlakukan..,  berapa nilai margin requirement untuk setiap pembukaan sebuah posisi.., dan berapa modal dan lot ideal yang harus digunakan agar memiliki kekuatan maksimal saat bertransaksi...,  ditambah apabila broker menerapkan bunga (swap),  tentu hal-hal tersebut harus menjadi bahan konsiderasi dalam penyusunan trading plan.

 

Dicetak ulang dari GKInvest, hak cipta isi berita dimiliki oleh pemilik asli.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest