
Hallo Sobat Traders
Pemilihan broker merupakan salah satu yang perlu diperhatikan sebelum Anda terjun dalam industri forex. Broker memiliki peranan yang sangat penting yaitu sebagai perantara antara pihak penjual dengan pembeli dalam melakukan transaksi jual beli. Perlu diketahui bahwa semua broker itu tidak sama, namun banyak trader yang salah kaprah menganggap semua broker adalah sama. Hal inilah yang membuat banyak trader sering merasa tertipu karena memilih broker yang salah.
Broker Forex adalah perusahaan yang bertugas untuk mempertemukan penjual dan pembeli yang bertransaksi di pasar forex, sekaligus menghubungkan trader dengan jaringan interbank tempat terjadinya transaksi forex antar institusi dalam skala internasional.
Pada dasarnya, ada 3 (tiga) jenis broker forex berdasarkan sistemnya yaitu:
1. Broker Dealing DeskBroker dealing desk dikenal sebagai broker bandar dikarenakan memiliki peranan menjadi penjual dan pembeli dengan transaksi yang dilakukan diatas meja broker tersebut. Artinya broker ini membuat suatu pasar tersendiri dengan Market Maker. Broker forex jenis ini memperoleh keuntungan dari spread. Namun sebagian orang menganggap broker jenis ini dapat menimbulkan konflik karena menganggap loss nasabah adalah keuntungan bagi broker. Namun sebenarnya hal ini tidak sepenuhnya benar. Mengapa begitu? Karena di Indonesia sendiri, broker online trading merupakan jenis broker dealing desk. Dimana broker dealing desk yang sudah teregulasi akan menjalankan operasinya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh regulator dan pemerintah.
Keunggulan dari broker dealing desk adalah fasilitas yang ditawarkan. Biasanya fasilitas yang ditawarkan sangat menarik hati para trader seperti leverage tinggi, spread rendah, bebas biaya swap, dan bonus-bonus lainnya.
2. Broker Non Dealing Desk
Broker non dealing desk atau yang biasa disebut dengan NDD sering disebut dengan istilah Pialang Murni. Pada dasarnya broker non dealing desk adalah broker yang hanya bertugas untuk meneruskan orderan langsung kepada pasar, lembaga keuangan ataupun likuidator lain. Selain itu spread pada broker non dealing desk tidak bisa fixed dikarenakan harus selalu menyesuaikan dengan harga pasar sehingga memiliki spread yang besar dibanding dengan broker dealing desk.
Broker Non Dealing Desk dibagi menjadi 3 (tiga) jenis, yakni:
- ECN (Electronic Communication Network)
Pada jenis ini, nasabah/trader dapat berinteraksi secara langsung di dalam pasar antar bank yaitu lembaga keuangan bank, lembaga keuangan non bank, maupun retail trader. Trader di broker ECN juga terkadang bisa melihat "Depth of Market", atau order-order buy dan sell dari partisipan pasar lainnya. Karena sistem seperti ini, maka broker ECN biasanya meminta deposit dana yang besar dan membebankan komisi per lot yang diperdagangkan.
- STP (Straight Through Processing)
Broker forex yang memiliki sistem STP mengalihkan order para nasabahnya langsung ke penyedia likuiditas seperti bank-bank yang memiliki akses ke pasar interbank. Broker jenis ini mendapatkan keuntungan dari spread yang dibebankan pada setiap transaksi yang dilakukan trader.
3. Broker Hybrid
Broker Hybrid merupakan kombinasi antara Broker Dealing Desk dan Broker Non Dealing Desk. Broker Hybrid lebih disarankan untuk para trader pemula yang baru terjun pada industri ini. Mengapa Begitu? Untuk trader pemula yang masih belum paham, cukup mendaftar di satu broker hybrid dan membuka beberapa akun dengan sistem berbeda. Umumnya broker hybrid mempunyai suatu aturan dalam melempar order dan berdasarkan dari jenis akun yang digunakan.
Itulah penjelasan mengenai perbedaan dari dua jenis broker yang ada pada trading forex. Bagaimana dengan penjelasan diatas? Apakah kalian sudah paham dengan perbedaan jenis-jenis broker diatas? Pastikan Anda selalu memilih broker yang sudah teregulasi dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Ikuti akun NgobrolPemula FOLLOWME untuk dapat lebih banyak konten dan update pembahasan mengenai edukasi dalam trading atau Anda bisa kunjungi topik #NgobrolPemula untuk mendapatkan tips-tips lainnya. Jika Anda mempunyai informasi lain mengenai konten ini, silahkan berkomentar di bawah ini.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
