
Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (ICDX) melalui Tim Research and Development ICDX mengatakan, harga minyak pagi ini terkoreksi turun dibebani oleh potensi OPEC+ yang kemungkinan tidak akan memangkas produksinya pada pertemuan September nanti. Serta, meningkatnya potensi perang tarif baru antara AS dan Tiongkok. Meski demikian, laporan stok API serta masalah gangguan pada jalur pipa membatasi penurunan harga lebih lanjut.
ICDX menambahkan bahwa isyarat pengurangan produksi yang dibicarakan oleh Arab Saudi pada hari Senin dianggap masih terlalu cepat, sehingga kesepakatan produksi yang akan diputuskan pada bulan September nanti akan bergantung pada hasil negosiasi nuklir Iran, ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut pada hari Selasa. Pada saat ini negara Iran masih dibebaskan dari kesepakatan pembatasan produksi OPEC+ karena masih berada di bawah sanksi AS.
“Apabila negosiasi nuklir tercapai, maka kemungkinan besar pemangkasan produksi baru akan dilakukan karena Iran dapat kembali memasok minyaknya dalam kapasitas normal,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Rabu (24/8/2022).
Seperti yang dibicarakan, ICDX turut membebani pergerakan harga minyak, AS menambahkan tujuh entitas terkait Tiongkok ke dalam daftar kontrol ekspor, dengan alasan keamanan nasional dan masalah kebijakan luar negeri, seperti yang diungkapkan oleh Departemen Perdagangan AS pada hari selasa lalu.
“Keputusan tersebut memicu kekhawatiran akan meningkatkan eskalasi tensi antara AS dan Tiongkok yang saat ini sedang memanas ke arah perang tarif baru,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Oleh karena itu, Tim ICDX menjelaskan, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan telah merosot hingga 5.63 juta barrel, dalam laporan tersebut dari grup industry American Petroleum Institute (API) untuk pekan yang berakhir pada 19 Agustus. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang kuat di pasar energi AS. Meski demikian, pasar masih menantikan angka resmi versi pemerintah yang akan dirilis Rabu malam oleh badan statistik pemerintah AS, Energy Information Administration (EIA).
Menurut Tim Research and Development ICDX mengatakan, operator pipa Caspian Pipeline Consortium (CPC) mengkonfirmasi bahwa perbaikan pada 2 dari 3 jalur pipa yang bermasalah membutuhkan setidaknya satu bulan masing-masing terhitung sejak dimulainya perbaikan, ungkap pernyataan dari CPC pada hari Selasa. Namun, perkiraan waktu perbaikan itu masih berdasarkan estimasi sementara dan dapat disesuaikan karena saat ini CPC sedang mencari vendor untuk memulai pekerjaan tersebut.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 95 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 90 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Ikuti akun Regulator Indonesia FOLLOWME untuk dapat lebih banyak konten dan update berita pilihan lainnya. Jika Anda punya informasi lain mengenai konten ini, silakan berkomentar di bawah ini.
Ayo kunjungi topik #TradingResmi# agar mendapatkan tips-tips dalam memilih pialang lokal yang tepat dan berlisensi resmi.
Sumber:
Investor
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
