Berita Industri1. Bappebti Ngaku Gagal Bikin Bursa Kripto di 2022, Ini Penghalangnya Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mengakui gagal dalam membangun bursa kripto pada tahun 2022. Menurutnya ada berbagai alasan yang membuat BAPPEBTI gagal membangun bursa kripto. Selaku Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Didid Noordiatmoko menjelaskan selama ini pihaknya kesulitan karena tidak ada percontohan negara mana yang telah membentuk bursa kripto. Didid juga mengatakan bahwa belum terbentuknya bursa kripto karena pihaknya masih ingin memastikan ekosistem aset kripto berjalan baik. Tidak terbentuknya bursa kripto sebenarnya kata Didid menyulitkan pekerjaan BAPPEBTI mengingat pemilik dari sejumlah aset kripto keberadaannya di luar negeri. Menurut informasi terakhir pihaknya tengah berfokus dalam membenahi aturan-aturan yang menyangkut bursa aset digital itu. Apalagi saat ini sedang maraknya kasus penipuan yang menyangkut aset digital tersebut.2. Kinerja Cemerlang, JFX Catat 2,2 Juta Lot Transaksi Perdagangan di 2022Jakarta Futures Exchange (JFX) pada bulan terakhir di tahun 2022 mencatatkan transaksi 2,2 juta lot perdagangan sepanjangan tahun 2022. Secara keseluruhan tahun 2022, pencapaian kinerja perdagangan di JFX merupakan tahun gemilang JFX dengan total pencapaian 16,3 juta lot dari 12,6 lot yang ditargetkan selama tahun 2022. Pencapaian volume transaksi 16,3 juta lot terdiri dari Multilateral dan PALN sebesar 9.220.648 lot dan Bilateral sebesar 7.157.887 lot. Kontrak yang menjadi primadona selama tahun 2022 adalah kontrak Emas lantaran Emas masih menjadi favorit bagi para investor untuk melakukan investasi. Selain Emas, kontrak Olein juga semakin diminati, khususnya kontrak Olein 100kg (OLEO01) yang diluncurkan bersama dengan kontrak Emas 10gr (GOL10) pada 30 September 2022. Memasuki awal tahun 2022, JFX kini telah menyiapkan program-program yang siap direalisasikan antara lain pengembangan kontrak Multilateral baru yaitu Olein, CPO, dan Kopi. 3. Sri Mulyani Raup Rp246,45 Miliar dari Pajak Kripto pada 2022Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berhasil mengumpulkan penerimaan pajak kripto sebesar Rp246,45 miliar sepanjang 2022. Ia menyampaikan bahwa perolehan Pajak Penghasilan (PPh) melalui Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Dalam Negeri (PMSE DN) dan penyetoran sendiri mencapai Rp 117,44 miliar selain itu, perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas pemungutan oleh non bendaharawan mencapai Rp 129,01 miliar. Namun pada Agustus 2022, penerimaan pajak kripto tercatat tembus Rp 126,75 miliar. Pemerintah menilai aset kripto berkembang secara luar dan menjadi komoditas perdagangan, sehingga layak dijadikan sebagai objek pajak. Pengenaan PPN berlaku untuk penyerahan aset kripto oleh penjual di dalam daerah pabean dan atau kepada pembeli aset kripto di dalam daerah pabean. Sementara itu, PMSE akan bertugas memungut, menyetor, dan melaporkan PPN terutang atas penyerahan aset kripto. PMSE sendiri merupakan penyelenggara yang melakukan kegiatan pelayanan untuk memfasilitasi transaksi aset kripto, termasuk perusahan dompet elektronik (e-wallet).4. Bappebti Buat Pengakuan 'Dosa' dalam Kasus Penipuan Robot TradingBadan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) mengakui kesalahannya atas kasus penipuan robot trading yang memakan banyak korban. Plt Ketua BAPPEBTI Didid Noordiatmoko mengakui kesalahan yang dilakukan pihaknya adalah tidak menginformasikan secara dini kepada masyarakat luar. Pasalnya, sejak awal ia merasa persoalan robot trading berada di luar ranah BAPPEBTI. Namun nyatanya para pelaku penipuan robot trading tersebut mengaku telah mendapatkan izin dari BAPPEBTI. Padahal selama ini yang diberikan izin oleh Kementerian Perdagangan adalah penjualan robot trading. Sementara untuk mendapatkan izin melakukan jual-beli di bursa harus mendapatkan izin dari BAPPEBTI dengan memenuhi kriteria perdagangan berjangka komoditi. Sedangkan yang terjadi pada kasus penipuan robot trading itu adalah sejumlah orang mengumpulkan dana masyarakat dengan dalih melakukan investasi melalui robot trading.Komplain Broker1. Waduh! Nilai Tukar $1 di Broker MIFX Tidak Sesuai
Seorang nasabah broker MIFX menilai bahwa MIFX melakukan kecurangan lantaran nilai pertukaran mata uang $1 masih Rp 14.000, sedangkan nilai tukar mata uang $1 sekarang mencapai Rp 15.620.
2. Pengguna Kecewa! Platform Indodax Memberi Spread Hingga 20%
Seorang pengguna platform jual beli kripto Indodax mengeluh lantaran ketika saat membeli di market ternyata ada spread, diduga spread tersebut mencapai 20%. Hal ini membuat pengguna tersebut merasa terbebani.
3. Hati-Hati! Banyak yang Janggal dari Platform Indodax
Seorang pengguna platform jual beli kripto Indodax mengatakan untuk berhati-hati menggunakan platform Indodax lantaran ketika insiden GALA banyak investor yang dirugikan atas insiden GALA yang menjadi pGALA, dimana nilai pGALA tidak 1:1 dengan nilai GALA.
เขียนข้อความของคุณตอนนี้