BERITA HARGA USD/IDR: RUPIAH GAGAL CEMBURUKAN GDP INDONESIA DEKAT 15.200 JELANG INFLASI AS

avatar
· Views 79


 

 USD/IDR bertahan pada kenaikan ringan di sekitar intraday high meskipun PDB Indonesia Q2 lebih baik dari sebelumnya.

 Dolar AS rebound menjelang data inflasi di tengah pembicaraan Fed yang hawkish, statistik beragam di dalam negeri.

 Optimisme hati-hati di zona Asia-Pasifik bergabung dengan pasar yang lesu untuk membatasi pergerakan Rupiah.

 USD/IDR mempertahankan pemulihan hari sebelumnya karena bertahan pada kenaikan ringan di dekat 15.185 pada Senin pagi di Eropa.  Dengan demikian, pasangan Rupiah Indonesia (IDR) gagal membenarkan hasil optimis dari angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua (Q2) Indonesia.  Meskipun demikian, alasannya dapat dikaitkan dengan kinerja optimis Dolar AS menjelang data inflasi utama.


 PDB Q2 Indonesia naik menjadi 3,86% QoQ dan 5,17% YoY dibandingkan ekspektasi pasar masing-masing 3,72% dan 4,93%.  Perlu dicatat bahwa angka pertumbuhannya adalah -0,92% QoQ dan 5,03% YoY pada kuartal pertama (Q1) tahun 2023.


 Berbeda dengan angka pertumbuhan Indonesia yang optimis, kekhawatiran yang meningkat dari topan Doksuri di China membebani rupiah.  Dengan ini, saham-saham di China dan Hong Kong mencetak sedikit kerugian meski Beijing mengisyaratkan stimulus lebih lanjut untuk mempertahankan perekonomian.


 Di sisi lain, Indeks Dolar AS menghentikan tren turun dua hari dengan kenaikan ringan di sekitar 102,16 didukung oleh komentar akhir pekan dari Gubernur Federal Reserve (Fed) Michelle Bowman.  "Fed harus tetap bersedia menaikkan suku bunga dana federal pada pertemuan mendatang jika data yang masuk menunjukkan bahwa kemajuan inflasi terhenti," kata Bowman dari Fed pada hari Sabtu.


 Sebelumnya, Dolar AS turun dalam dua hari terakhir berturut-turut di tengah pembicaraan Fed dan data AS yang beragam.  Pada hari Jumat, Presiden Federal Reserve Bank Atlanta Raphael Bostic mengatakan kepada Bloomberg bahwa bank sentral kemungkinan akan mempertahankan kebijakan moneter dalam wilayah yang membatasi hingga tahun 2024. Namun, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee menyatakan bahwa mereka harus mulai memikirkan berapa lama untuk menahan suku bunga  .


 Sementara itu, laporan ketenagakerjaan AS membukukan angka Nonfarm Payrolls (NFP) yang lebih lembut dari perkiraan sebesar 187 ribu, dibandingkan 185 ribu sebelumnya (direvisi) dan perkiraan pasar 200 ribu, sedangkan Tingkat Pengangguran turun menjadi 3,5% dari perkiraan 3,6% dan pembacaan sebelumnya.  Selanjutnya, Penghasilan Per Jam Rata-rata mencetak ulang angka 0,4% MoM dan 4,4% YoY dengan menentang ekspektasi menyaksikan sedikit penurunan dalam pertumbuhan upah.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest