Pasar saham Asia diperdagangkan beragam mengikuti hasil AS yang beragam.
Reserve Bank of India (RBI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga sebesar 6,5% pada pertemuan kebijakan mendatang.
Kurangnya rincian tentang rencana stimulus tambahan dari pemerintah China telah mengurangi ekspektasi investor.
Investor menunggu CPI China YoY, CPI India untuk bulan Juli.
Pasar saham Asia diperdagangkan beragam pada hari Senin menyusul data ketenagakerjaan AS yang beragam. Yang mengatakan, Nonfarm Payrolls di AS naik 187.000 pada bulan Juli, lebih buruk dari yang diperkirakan sebesar 200.000. Angka-angka pada bulan Juni direvisi turun menjadi 185.000. Ini menandai pembacaan terendah sejak Desember 2020. Sementara itu, Tingkat Pengangguran turun menjadi 3,5% dari 3,6%. Penghasilan Per Jam Rata-rata mencapai 4,4%, lebih tinggi dari perkiraan pasar 4,2%. Pelaku pasar akan mencermati data inflasi dari China dan India. Juga, keputusan suku bunga Reserve Bank of India (RBI) pada hari Kamis.
Pada saat penulisan, Nikkei naik 0,13%, Shanghai turun 0,56%, Hang Sang turun 0,02%, Indeks Komponen Shenzhen turun 0,72%, dan Indeks Kospi turun 0,68%.
NIFTY 50, Bursa Efek Nasional India, naik 0,35%. Reserve Bank of India (RBI) secara luas diantisipasi untuk menahan suku bunga utama pada 6,5% untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertemuan kebijakan moneter mendatang yang dijadwalkan pada hari Kamis. Juga, Indeks Harga Konsumen (CPI) India untuk bulan Juli dan Produksi Industri untuk bulan Juni akan dirilis pada hari Jumat. Perlu dicatat bahwa RBI mulai naik pada Mei 2022 dan telah mempertahankan tingkat repo di 6,5% sejak Februari.
Di China, komite ekonomi utama negara itu mengumumkan pada hari Jumat bahwa pemerintah akan menerapkan langkah-langkah tambahan untuk meningkatkan pengeluaran konsumen dan meningkatkan likuiditas lokal. Namun, para pejabat sekali lagi tidak memberikan perincian signifikan tentang stimulus yang direncanakan. Kurangnya rencana spesifik pemerintah telah meredam ekspektasi investor. Selain itu, PMI Layanan Caixin China naik menjadi 54,1 pada Juli dari 53,9 sebelumnya, lebih baik dari konsensus pasar 52,5.
Di sisi lain, ketegangan yang meningkat antara AS dan China dapat memberikan tekanan di wilayah tersebut. Menurut Reuters, Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan mengeluarkan perintah eksekutif minggu ini untuk membatasi investasi AS di China di sektor teknologi tinggi, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan komputasi kuantum.
Selanjutnya, pelaku pasar akan memantau berita utama seputar hubungan AS-Tiongkok. Fokus utama minggu ini adalah CPI China YoY, Indeks Harga Konsumen (CPI) India untuk bulan Juli, dan Produksi Industri untuk bulan Juni, yang akan dirilis pada hari Jumat. Data dapat memberikan arah ke aset berisiko seperti Emas, ekuitas, AUD/USD, dll.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้