PASAR SAHAM ASIA: BEARS TETAP MENGENDALIKAN PADA DUA MINGGU TERENDAH TERHADAP KETAKUTAN KETEGANGAN EKONOMI CINA

avatar
· Views 85


 

 Pasar tetap suram di Asia karena data China menandai kekhawatiran tentang perlambatan pemulihan ekonomi di pemimpin regional.

 Angka perdagangan China, kemungkinan ketegangan politik dengan rekan-rekan Asia dan Barat menandai ketakutan ekonomi.

 Suasana hati-hati jelang data inflasi papan atas, pertumbuhan upah yang suram di Jepang juga membebani sentimen.

 Katalis risiko mencari arah yang jelas di depan statistik tingkat depan.

 Profil risiko tetap suram di zona Asia-Pasifik pada Selasa pagi karena pemimpin kawasan itu, China mengacaukan suasana hati dengan rincian perdagangan luar negeri yang suram.  Menambah kekuatan pada suasana risk-off bisa menjadi berita utama seputar ketegangan ekonomi Beijing dengan Jepang, India dan AS, serta tekanan ekonomi akibat topan Doksuri.


 Terhadap latar belakang ini, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang turun ke level terendah dalam dua minggu sementara membukukan penurunan intraday hampir 1,0% sedangkan Nikkei 225 Jepang mencetak kenaikan tipis pada saat penulisan.


 Neraca Perdagangan utama China membaik pada bulan Juli tetapi rincian menunjukkan Impor dan Ekspor yang memburuk untuk bulan tersebut, menunjukkan tantangan ekonomi bagi Negara Naga yang sudah menderita kesengsaraan geopolitik.  Konon, India melarang pembuat drone menggunakan peralatan China setelah menghentikan impor laptop dan komputer sebelumnya.  Di baris yang sama, Taro Aso dari Jepang, Wakil Presiden Partai Demokrat Liberal (LDP), menandai pergolakan di sekitar Taiwan.


 Dengan ini, ekuitas Tiongkok melemah dan menyeret saham dari Australia dan Selandia Baru.  Perlu dicatat bahwa ASX 200 Australia mencetak kenaikan ringan karena sentimen Aussie yang suram mendukung kekhawatiran dovish tentang Reserve Bank of Australia (RBA) dan mempertahankan kenaikan ekuitas di Canberra.


 Selanjutnya, saham di India tetap tidak pasti karena para pedagang menunggu pengumuman kebijakan moneter Reserve Bank of India (RBI) minggu ini.


 Di tempat lain, beragam komentar dari pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed) bergabung dengan keragu-raguan di Bank of England (BoE), Bank of Japan (BoJ) dan European Central Bank (ECB) juga membebani sentimen pasar dan menenggelamkan sentimen pasar.  S&P500 Berjangka.  Hal yang sama, bagaimanapun, gagal untuk mengesankan imbal hasil obligasi karena imbal hasil obligasi Treasury AS 10-tahun tetap tertekan di sekitar 4,04% pada saat berita ini dimuat.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest