Pasar saham Asia menguat karena rebound saham-saham teknologi.
Saham Tiongkok berkinerja buruk karena pemotongan LPR yang mengecewakan.
Pedagang menjadi berhati-hati menjelang pidato Ketua Fed Powell pada hari Jumat.
Pasar saham Asia mengalami kenaikan pada hari Selasa yang didorong oleh rebound saham-saham teknologi. Namun, kekhawatiran mengenai pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve (Fed) dan tantangan ekonomi Tiongkok menjadi faktor yang membatasi peningkatan tersebut.
Pada saat berita ini ditulis, Shanghai di Tiongkok turun 0,24% ke 3.085, Indeks Komponen Shenzhen turun 0,73% ke 10.224, dan Hang Sang di Hong Kong naik 0,12% ke 17.634. NIFTY 50 India naik 0,01%, Kospi Korea Selatan naik 0,50%, dan Nikkei Jepang naik 0,77%.
Saham-saham Tiongkok berkinerja buruk pada hari Selasa, sebagian besar disebabkan oleh sentimen para pedagang yang secara signifikan dipengaruhi oleh tantangan ekonomi Tiongkok, yang dipicu oleh Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) yang mengecewakan Loan Prime Rate (LPR) sebesar 10 basis poin (bps), kurang dari standar yang ditetapkan. memperkirakan penurunan sebesar 15 bps. Langkah ini menunjukkan bahwa Tiongkok mungkin memprioritaskan dukungan peminjam saat ini dibandingkan memperkuat ekspansi kredit.
Kenaikan imbal hasil Treasury Amerika Serikat (U) membuat para pedagang berhati-hati menjelang acara Jackson Hole minggu ini. Investor kemungkinan akan mengamati pidato Ketua Fed Jerome Powell di Jackson pada hari Jumat. Pidato tersebut mungkin memberikan wawasan mengenai keadaan ekonomi dan sinyal apakah inflasi terkendali atau apakah kenaikan suku bunga lebih lanjut diperlukan untuk mengekang inflasi.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
