Ekonom Senior Julia Goh dan Ekonom Loke Siew Ting di UOB Group mengulas angka PDB terbaru di Malaysia.
Poin Penting
Pertumbuhan ekonomi Malaysia semakin menurun menjadi 2,9% y/y di 2Q23 (dari 5,6% di 1Q23), lebih rendah dari estimasi kami ( 3,2%) dan konsensus Bloomberg ( 3,3%). Laju pertumbuhan ini merupakan yang paling lambat sejak 3Q21 meskipun sebagian besar terbebani oleh dampak dasar (base effect) yang tinggi dari tahun lalu. Berdasarkan penyesuaian musiman, PDB mencatat peningkatan yang lebih besar sebesar 1,5% q/q (1Q23: 0,9% q/q).
Meskipun terdapat tren pelonggaran yang berkelanjutan dari puncaknya pada 3Q22, kinerja pertumbuhan tidak buruk mengingat prospek eksternal yang negatif dan normalisasi permintaan domestik seiring dengan berkurangnya kebijakan pandemi. Permintaan dalam negeri Malaysia berjalan baik mengingat prospek eksternal yang negatif sementara arus masuk asing (FDI dan portofolio) tetap ada dan pasar tenaga kerja membaik. Kami mengantisipasi kejelasan lebih lanjut mengenai kebijakan dan rencana ekonomi dalam negeri dalam beberapa bulan mendatang yang akan membantu mendorong investasi yang lebih tinggi dan momentum pertumbuhan Malaysia. Namun demikian, mengingat kondisi eksternal yang lebih menantang dan mencerminkan angka pertumbuhan PDB 2Q23 yang lebih lemah, kami mengubah perkiraan PDB setahun penuh tahun 2023 menjadi 4,0% dari sebelumnya 4,4%. Revisi ke bawah ini semakin mendukung seruan kami agar Overnight Policy Rate (OPR) tetap tidak berubah di 3,00% hingga sisa tahun ini.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
