Pasar saham Asia dibuka dengan catatan lemah pada hari Jumat menjelang acara penting tersebut.
Bank sentral Tiongkok berupaya menargetkan arus keluar dan membatasi jumlah Yuan di luar negeri.
Nikkei Jepang memimpin penurunan hampir 2%, terseret oleh saham-saham teknologi.
Bank sentral Indonesia memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 5,75%.
Pelaku pasar akan mencermati pidato Powell dari The Fed.
Pasar saham Asia diperdagangkan di wilayah negatif pada hari Jumat. Pasar menjadi berhati-hati menjelang pidato Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell. Selain itu, kekuatan utama yang mendorong pasar Asia adalah penguatan dolar dan masih adanya kekhawatiran terhadap pertumbuhan global di Tiongkok.
Pada saat ini, Shanghai Tiongkok turun 0,4% menjadi 3.070, Indeks Komponen Shenzhen turun 0,94% menjadi 10.160, Hang Sang Hong Kong turun 0,86% menjadi 18.057, Kospi Korea Selatan turun 0,66%, Nikkei Jepang turun 1,92% dan Indeks Tertimbang Taiwan merosot 1,23%
Sektor real estat Tiongkok, yang menyumbang hampir seperempat dari perekonomian terbesar kedua di dunia, kehilangan momentum karena penurunan jumlah perumahan dan belanja konsumen yang lesu baru-baru ini di negara tersebut. Berita utama seputar kesengsaraan ekonomi Tiongkok masih menjadi fokus investor.
Selain itu, beberapa bank Tiongkok diinstruksikan oleh Bank Rakyat Tiongkok (PBOC) untuk meminimalkan investasi luar negeri mereka di bawah skema Bond Connect, menurut Reuters. Bank sentral Tiongkok berupaya menargetkan arus keluar dan membatasi jumlah Yuan di luar negeri.
Nikkei Jepang memimpin penurunan hampir 2%, terseret oleh saham-saham teknologi. Menteri Keuangan Jepang Shunichi Suzuki menyatakan pada hari Jumat bahwa pihak berwenang akan memantau dampak pembicaraan Jackson Hole terhadap perekonomian global.
Di Indonesia, bank sentral memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 5,75% untuk pertemuan ketujuh berturut-turut pada hari Kamis dan sepanjang tahun.
Ke depan, pelaku pasar menunggu pidato Ketua Fed Jerome Powell pada hari Jumat di Simposium Jackson Hole. Pidato tersebut dapat memberikan wawasan mengenai kondisi perekonomian dan petunjuk mengenai kebijakan moneter lebih lanjut.