PASAR SAHAM ASIA: PERDAGANGAN CAMPURAN, UEDA BOJ MENINGKATKAN JPY

avatar
· Views 82


 Sebagian besar ekuitas Tiongkok diperdagangkan di wilayah positif di tengah tanda-tanda meredanya tekanan deflasi di Tiongkok.

 Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menyatakan bahwa bank sentral sekarang akan melakukan "keluar dengan tenang."

 Pelaku pasar menunggu data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk bulan Agustus.

 Pasar saham Asia diperdagangkan beragam pada hari Senin menjelang data inflasi utama AS.  Pelaku pasar akan mengambil isyarat dari data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada hari Jumat setelah data Tenaga Kerja yang optimis pada minggu lalu meyakinkan narasi suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama di AS.


 Pada saat ini, Shanghai Tiongkok melonjak 0,57% menjadi 3.134, Indeks Komponen Shenzhen naik 0,44% menjadi 10.326, Hang Sang Hong Kong turun 1,68% menjadi 17.896, Kospi Korea Selatan naik 0,06% dan Nikkei Jepang turun 0,55%.


 Sebagian besar ekuitas Tiongkok diperdagangkan di wilayah positif di tengah tanda-tanda meredanya tekanan deflasi di Tiongkok.  Namun Indeks Hang Seng Hong Kong justru menyebabkan kerugian karena investor khawatir terhadap krisis sektor properti.  Biro Statistik Nasional mengungkapkan pada hari Sabtu bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) Tiongkok untuk bulan Agustus sebesar 0,1% YoY dibandingkan penurunan 0,3% pada pembacaan sebelumnya, kenaikan 0,2% yang lebih buruk dari perkiraan.  Angka bulanan sebesar 0,3%, seperti yang diharapkan.  Terakhir, Indeks Harga Produsen (PPI) turun 3,0% YoY dari penurunan 4,4% di bulan Juli dan sejalan dengan perkiraan.


 Di Jepang, Yen Jepang (JPY) menguat dan imbal hasil Obligasi Pemerintah Jepang (JGB) 10-tahun mencapai level tertinggi sejak Januari 2014. Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda menyatakan dalam sebuah wawancara pada hari Senin bahwa bank sentral  bank sentral sekarang akan "keluar dengan tenang," karena BOJ berupaya menghindari dampak besar terhadap pasar.  Para pengambil kebijakan juga mengatakan bahwa BOJ akan memiliki cukup bukti pada akhir tahun ini untuk mengevaluasi apakah suku bunga harus tetap negatif.


 Pelaku pasar menunggu rilis Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan Agustus dan Penjualan Ritel masing-masing pada hari Rabu dan Kamis.  Selain itu, data Penjualan Ritel dan Produksi Industri Tiongkok yang dirilis pada hari Jumat mungkin memicu volatilitas di pasar

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest