Minyak (WTI) melonjak lebih tinggi dan mendekati penembusan $88.
Dolar AS bergerak lebih kuat pada hari Selasa setelah kinerja yang lesu pada hari Senin.
American Petroleum Institute akan merilis angka Minyak Mentah mingguan pada hari Selasa.
Harga minyak kembali mengalami tren kenaikan setelah pertemuan G20 akhir pekan lalu. Acara tersebut tidak menampilkan pertemuan antara Presiden AS Joe Biden dan Putra Mahkota Mohammad bin Salman al-Saoed dari Arab Saudi. Dengan absennya Tiongkok dan Rusia dalam pertemuan tersebut, nampaknya AS tidak mampu memperkuat hubungan dengan negara-negara penghasil minyak di Timur Tengah dan dapat memulai permainan politik saling balas dengan OPEC terkait kenaikan harga minyak AS saat ini dan pengurangan pasokan yang diperkirakan.
Sementara itu, Dolar AS bangkit kembali pada hari Selasa, menghapus penurunannya dari hari Senin ketika Tiongkok menjatuhkan Greenback dengan penetapan Yuan yang sangat kuat. Greenback melemah secara substansial terhadap Yen Jepang dan Dolar Australia juga karena dampak kuatnya penetapan Yuan terhadap Dolar AS. Pada saat penulisan, Indeks Dolar AS (DXY) hampir mengurangi seluruh penurunan dari hari Senin dan diperdagangkan hampir datar selama seminggu.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้