AUD/USD memulihkan penurunan baru-baru ini di sekitar 0,6428 di tengah melemahnya Dolar AS.
Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2,1% di Q2, seperti yang diperkirakan.
Penjualan Ritel Australia naik 0,2% di bulan Agustus bulanan vs perkiraan kenaikan 0,3%.
Pelaku pasar menunggu laporan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti AS.
Pasangan AUD/USD memulihkan beberapa penurunan dan berkonsolidasi di dekat 0,6428 selama awal sesi Asia pada hari Jumat. Rebound pasangan ini didukung oleh koreksi Dolar AS (USD) dan penurunan imbal hasil Treasury AS. Sementara itu, Indeks Dolar AS (DXY) melemah ke 106,10 setelah turun dari 106,83, tertinggi sejak November.
Data yang dirilis pada hari Kamis mengungkapkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,1% pada kuartal kedua, seperti yang diharapkan. Selain itu, klaim pengangguran awal meningkat dari 202.000 menjadi 204.000, di bawah perkiraan sebesar 215.000. Penjualan rumah tertunda turun 7,1% MoM di bulan Agustus, dibandingkan perkiraan penurunan 1,0% MoM.
Presiden Federal Reserve (Fed) Chicago Austan Goolsbee mengatakan pada hari Kamis bahwa Fed akan mengembalikan inflasi ke targetnya dan memiliki peluang untuk melakukan sesuatu yang jarang terjadi dengan mencapainya tanpa resesi. Presiden Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan bahwa data inflasi lima bulan terakhir cukup baik namun masih terlalu dini untuk menentukan kebijakan moneter apa yang akan diambil selanjutnya. Barkin menambahkan bahwa hilangnya data akibat penutupan pemerintah akan mempersulit pemahaman perekonomian. Investor akan menilai narasi suku bunga yang lebih tinggi dan lebih lama di AS dibandingkan dengan risiko pertumbuhan yang ditimbulkan oleh kemungkinan penutupan pemerintah AS dalam waktu dekat. Hal ini, pada gilirannya, mungkin membatasi kenaikan Greenback.
Di sisi lain, data yang diterbitkan oleh Biro Statistik Australia (ABS) pada hari Kamis menunjukkan Penjualan Ritel negara tersebut naik 0,2% di bulan Agustus secara bulanan dari kenaikan 0,5% di bulan Juli, di bawah konsensus pasar yaitu kenaikan 0,3%. Data Penjualan Ritel yang lebih lemah dari perkiraan pada bulan Agustus mungkin meyakinkan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempertahankan suku bunga minggu depan.
Selanjutnya, Kredit Sektor Swasta Australia akan jatuh tempo pada hari Jumat nanti. Namun, para pelaku pasar akan mencermati Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti AS, yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve. Angka tahunan diperkirakan turun dari 4,25% menjadi 3,9%. Data yang lebih kuat berpotensi mengangkat Dolar AS.
เขียนข้อความของคุณตอนนี้