Harga emas turun di tengah kehati-hatian investor menjelang data Penjualan Ritel AS dan data PPI untuk bulan Februari.
Imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi membebani harga Emas.
Pertumbuhan PPI Inti bulanan dan tahunan diperkirakan melambat.
Harga emas (XAU/USD) menunjukkan kinerja yang lemah di sesi Eropa hari Kamis menjelang data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat dan Penjualan Ritel untuk bulan Februari, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Logam mulia berada di bawah tekanan setelah pemulihan kuat pada hari Rabu karena menguatnya Dolar AS (USD) dan imbal hasil obligasi di tengah ketidakpastian menjelang data penting AS yang dapat mempengaruhi prospek inflasi.
Data inflasi AS bulan Februari yang dirilis pada hari Selasa lebih baik dari perkiraan. Tren serupa dari data PPI dan Penjualan Ritel yang kuat akan memperdalam ketidakpastian terhadap ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) pada pertemuan kebijakan bulan Juni. Hal ini dapat mendukung imbal hasil (yield) obligasi Treasury, sehingga meningkatkan opportunity cost memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Emas.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun melonjak menjadi 4,2% dan Indeks Dolar AS (DXY) sedikit naik di 102,85 menjelang data penting ini. Ke depan, pemicu utama aset-aset ini adalah keputusan suku bunga The Fed, dan dot plot baru, yang memberikan proyeksi suku bunga. Dot plot terakhir, yang dirilis pada pertemuan bulan Desember, mengindikasikan tiga kali penurunan suku bunga tahun ini.
เขียนข้อความของคุณตอนนี้