WTI KUAT DEKAT $82,00 DI TENGAH LEBIH LEMAHNYA DOLAR AS, KHAWATIR PENAWARAN

avatar
· Views 107



  • Harga WTI mendapatkan momentum karena melemahnya USD dan kekhawatiran pasokan.
  • Gangguan terhadap kilang minyak di Rusia akibat serangan baru-baru ini, mendukung kenaikan harga WTI.
  • Penundaan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (Fed) AS mungkin membatasi kenaikan harga WTI.
  • Laporan PCE AS bulan Februari pada hari Jumat akan menjadi sorotan utama minggu ini.

Western Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, diperdagangkan sekitar $82,00 pada hari Selasa. Harga WTI naik tipis di tengah melemahnya Dolar AS (USD) dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, ditambah dengan meningkatnya serangan terhadap fasilitas energi di Rusia dan Ukraina, menimbulkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak global dan mengangkat harga WTI. Gangguan terhadap kilang minyak di Rusia disebabkan oleh serangan Ukraina baru-baru ini terhadap infrastruktur minyak Rusia, dengan setidaknya tujuh kilang diserang pada bulan ini saja. Hal ini meningkatkan permintaan pengiriman minyak mentah yang tersedia. Para analis memperkirakan gangguan ini berdampak pada sekitar 12% total kapasitas pengolahan minyak Rusia.

Selain itu, antisipasi penurunan suku bunga Federal Reserve (Fed) AS pada tahun ini turut mengangkat harga emas hitam. Suku bunga yang lebih rendah biasanya merangsang perekonomian, yang menyebabkan lebih banyak permintaan terhadap harga WTI. Pelaku pasar akan mengambil lebih banyak isyarat dari data Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS untuk bulan Februari pada hari Jumat untuk konfirmasi waktu penurunan suku bunga. Namun, jika laporan menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan, hal ini dapat menunda ekspektasi penurunan suku bunga The Fed tahun ini dan membatasi kenaikan harga WTI.

Selanjutnya, pedagang minyak akan mengawasi Kepercayaan Konsumen AS dari Conference Board, Pesanan Barang Tahan Lama, dan Indeks Harga Rumah FHFA, yang akan dirilis pada hari Selasa. Akhir pekan ini, Produk Domestik Bruto AS yang Disetahunkan (Q4) akan dirilis pada hari Kamis. Data PCE AS bulan Februari akan dipublikasikan pada hari Jumat. Peristiwa ini dapat berdampak signifikan terhadap harga WTI dalam mata uang USD. Pedagang minyak akan mengambil petunjuk dari data tersebut dan menemukan peluang perdagangan seputar harga WTI.


คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest