Intisari Penggerak Pasar Harian: Rupee India tetap kuat di tengah tantangan geopolitik

avatar
· Views 123


  • Defisit Transaksi Berjalan India menyempit menjadi $10,5 miliar pada kuartal yang berakhir Desember 2023 (Q4) dari $11,4 miliar pada pembacaan sebelumnya, atau 1,2% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
  • S&P Global menaikkan perkiraan pertumbuhan PDB India untuk TA25 menjadi 6,8%, lebih rendah dari proyeksi RBI sebesar 7%. Selain itu, S&P memperkirakan RBI akan menurunkan suku bunga sebesar 75 bps pada akhir tahun fiskal ini.
  • Kepercayaan Konsumen Conference Board AS turun menjadi 104,7 dari revisi turun 104,8 pada bulan Februari.
  • Pesanan Barang Tahan Lama untuk bulan Februari naik menjadi 1,4% di bulan Februari dari penurunan 6,9% di bulan Januari, lebih baik dari perkiraan.
  • Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menyarankan agar bank sentral AS hanya menurunkan suku bunga satu kali pada tahun ini karena perekonomian AS dan inflasi melambat secara bertahap.
  • Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan tiga pemotongan pada tahun 2024 sejalan dengan pandangannya, namun The Fed harus melihat kemajuan dalam inflasi dan mencapai keseimbangan dengan mandat gandanya.


คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest