- Pound Sterling melanjutkan koreksinya ke 1,2620 karena sentimen pasar yang hati-hati. Meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian di Timur Tengah menjelang rilis laporan NFP Amerika Serikat untuk bulan Maret mendorong pemulihan Dolar AS.
- Indeks Dolar AS (DXY) bangkit kembali dari level terendah dua minggu di 103,90. Pembunuhan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran akibat serangan udara pasukan Israel di Damaskus telah memperdalam kekhawatiran akan keterlibatan langsung Iran dalam perang Israel-Palestina.
- Ke depannya, pergerakan Dolar AS selanjutnya akan dipandu oleh laporan NFP AS, yang akan dipublikasikan pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB). Pengusaha di AS diperkirakan akan merekrut 200 ribu pekerja, lebih rendah dari angka sebelumnya sebesar 275 ribu. Tingkat Pengangguran diperkirakan tetap stabil di angka 3,9%. Investor akan sangat fokus pada data Pendapatan Rata-Rata Per Jam, yang akan memberikan prospek inflasi baru. Secara tahunan, pertumbuhan upah diperkirakan melemah menjadi 4,1% dari 4,3% di bulan Februari.
- Permintaan tenaga kerja yang kuat dan pertumbuhan upah yang lebih tinggi dapat memungkinkan Federal Reserve untuk menunda rencana penurunan suku bunga, sementara tanda-tanda pelonggaran kondisi pasar tenaga kerja akan meningkatkan harapan penurunan suku bunga pada pertemuan bulan Juni.
- Pound Sterling jatuh karena investor berharap Bank of England akan melakukan penurunan suku bunga pada bulan Juni karena berkurangnya tekanan harga. Harapan BoE untuk menurunkan suku bunga mulai bulan Juni diperkuat setelah Gubernur BoE Andrew Baily mengatakan bahwa ekspektasi pasar untuk penurunan suku bunga dua atau tiga kali pada tahun ini adalah wajar.
- Sementara itu, data PMI Jasa Inggris yang lemah untuk bulan Maret, yang dirilis pada hari Kamis, telah berdampak pada prospek perekonomian. PMI Jasa turun menjadi 53,1, meleset dari ekspektasi dan pembacaan sebelumnya sebesar 53,4. Tim Moore, Direktur Ekonomi di S&P Global Market Intelligence, mengatakan: "Pemulihan output sektor jasa kehilangan sedikit momentum selama bulan Maret, dan lebih besar dari yang ditunjukkan oleh hasil awal PMI, namun gambaran keseluruhannya masih cukup positif."
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
