Inflasi di Amerika Serikat (AS) diperkirakan meningkat dengan kecepatan tahunan sebesar 3,4% di bulan Maret, lebih cepat dibandingkan kenaikan 3,2% yang tercatat di bulan Februari. Tingkat inflasi CPI inti, tidak termasuk harga makanan dan energi yang berfluktuasi, diperkirakan turun menjadi 3,7% dari 3,8% pada periode yang sama.
CPI bulanan dan CPI inti keduanya terlihat meningkat 0,3% di bulan Maret.
Saat berbicara di sebuah acara yang diselenggarakan oleh Stanford Graduate School of Business, Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengatakan bahwa suku bunga kebijakan kemungkinan berada pada puncaknya dalam siklus ini tetapi menambahkan bahwa mereka tidak terburu-buru untuk menurunkan suku bunga. “Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah angka inflasi baru-baru ini lebih dari sekedar lonjakan”, kata Powell, seraya menambahkan bahwa The Fed punya waktu untuk membiarkan data yang masuk memandu keputusan kebijakan.
Meninjau laporan inflasi bulan Maret, “kami memperkirakan laporan IHK minggu depan menunjukkan bahwa inflasi inti melambat ke kecepatan 'lunak' 0,3% bulan/bulan setelah mencatat akselerasi ke sekitar 0,4% pada bulan Januari/Februari,” kata analis TD Securities dalam sebuah laporan mingguan. “Harga kendaraan bekas kemungkinan turun kembali ke deflasi, sementara inflasi OER (Owners' Equivalent Rent) kemungkinan naik. Perhatikan bahwa perkiraan IHK inti kami yang tidak dibulatkan sebesar 0,26% bulan/bulan menunjukkan risiko yang lebih besar untuk kejutan dovish hingga kenaikan bulat 0,2%.”
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
