EUR/USD dapat melihat peningkatan volatilitas dari data CPI jika data tersebut menyimpang secara signifikan dari ekspektasi.
Para ekonom memperkirakan bahwa data tersebut akan menunjukkan harga-harga di AS telah meningkat sebesar 3,4% YoY di bulan Maret dan 3,7% YoY untuk barang-barang inti, tidak termasuk harga pangan dan energi yang bergejolak.
Hasil yang sesuai dengan ekspektasi masih menunjukkan tingkat inflasi jauh di atas target Federal Reserve (Fed) sebesar 2,0%. Penurunan yang lebih besar akan diperlukan sebelum The Fed menurunkan suku bunga dari level 5,5% saat ini.
Berbeda dengan The Fed , Bank Sentral Eropa (ECB) dipandang lebih mungkin menurunkan suku bunga lebih awal di tengah pertumbuhan yang lebih lemah dan ekspektasi inflasi.
Untuk EUR/USD, dipertahankannya suku bunga yang lebih tinggi di AS dibandingkan dengan Zona Euro merupakan faktor bearish. Hal ini karena suku bunga yang relatif lebih tinggi menarik masuknya arus modal asing, sehingga menguntungkan Dolar AS dalam hal ini.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
