Intisari harian penggerak pasar: Harga emas menghadapi tekanan setelah data Penjualan Ritel AS yang kuat

avatar
· Views 83


  • Harga emas merosot ke $2.370 ketika mencoba untuk meraih kembali level tertinggi baru sepanjang masa di sekitar $2.430. Kekuatan Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS telah menjadi penghalang bagi Emas. Daya tarik Dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi semakin meningkat karena data Penjualan Ritel yang kuat pada bulan Maret telah memperdalam ketidakpastian mengenai kapan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga utamanya.
  • Data Penjualan Ritel AS untuk bulan Maret, yang dirilis pada hari Senin, menunjukkan permintaan yang kuat meskipun suku bunga AS tetap lebih tinggi. Penjualan Ritel bulanan meningkat tajam sebesar 0,7%, lebih besar dari perkiraan kenaikan 0,3%. Penjualan Ritel di bulan Februari direvisi lebih tinggi menjadi 0,9% dari 0,6%. Data Penjualan Ritel adalah salah satu indikator utama belanja konsumen, yang mencakup lebih dari dua pertiga perekonomian AS. Penjualan Ritel yang lebih tinggi menunjukkan permintaan dari rumah tangga tetap kuat, yang merupakan salah satu faktor pemicu inflasi.
  • Data Penjualan Ritel yang kuat, dikombinasikan dengan permintaan tenaga kerja yang kuat dan data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang lebih tinggi dari perkiraan, telah memaksa para pedagang untuk melepaskan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed lebih awal. Alat CME FedWatch menunjukkan pasar memperkirakan bahwa suku bunga akan tetap tidak berubah di kisaran 5,25%-5,50% pada pertemuan bulan Juni dan Juli. The Fed sekarang diperkirakan akan beralih ke penurunan suku bunga pada bulan September.
  • Sementara itu, kekhawatiran akan ketegangan di Timur Tengah yang menyebar ke luar Gaza membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap kuat. Investor khawatir terhadap eskalasi lebih lanjut ketegangan Israel-Iran setelah Kepala Staf militer Israel Herzi Halev mengatakan mereka akan menanggapi serangan Iran di wilayah mereka, di mana ratusan drone dan rudal ditembakkan, AlJazeera melaporkan. Presiden AS Joe Biden mengatakan pihaknya tidak akan mendukung serangan balik dari Israel.


คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest