- Indeks Dolar AS menunjukkan momentum stabil, bertahan di atas 106,00.
- Investor akan mengamati lelang obligasi di AS karena peningkatan pasokan dapat memicu kenaikan imbal hasil (yield) AS.
- Selain laporan tingkat menengah, sorotan minggu ini adalah data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan Maret.
Indeks Dolar AS (DXY) sedikit lebih tinggi pada hari Senin, saat ini diperdagangkan di 106,20. Kekuatan Greenback didorong oleh kuatnya perekonomian domestik dan tekanan inflasi yang terus-menerus, yang memicu sikap Federal Reserve (Fed) yang lebih hawkish. Meskipun awal minggu ini tenang, DXY terus melanjutkan ketahanannya, dengan tanda-tanda mengarah ke kemungkinan pengujian ulang tertinggi November di dekat 107,10.
Perekonomian AS menunjukkan kekuatan yang bertahan lama dengan peningkatan imbal hasil dan pertumbuhan yang kuat, sehingga membantu kestabilan Dolar AS. Beberapa pejabat Fed mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga karena mereka melihat tidak ada kemajuan dalam inflasi. Saat ini, pasar sedang menunda dimulainya siklus pelonggaran. Minggu ini, AS akan merilis Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) dan Barang Tahan Lama dari bulan Maret, estimasi Produk Domestik Bruto (PDB) dari Kuartal 1, dan PMI S&P dari bulan April, yang semuanya kemungkinan akan berdampak pada ekspektasi terhadap keputusan Fed berikutnya.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
