EUR/USD hancur karena perbedaan suku bunga

avatar
· Views 172


EUR/USD diperkirakan akan terus melemah oleh banyak ahli karena prospek komparatif suku bunga, yang mendorong aliran modal. Suku bunga diperkirakan akan tetap lebih tinggi di Amerika dibandingkan dengan Eropa, menjadikannya tempat yang lebih menarik untuk menyimpan modal, sehingga meningkatkan arus masuk dan permintaan Dolar.

Di pihak AS, inflasi yang sangat tinggi, pasar tenaga kerja yang kuat, dan pertumbuhan ekonomi yang kuat merupakan alasan untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini (5,25%-5,50%).

“Sulit untuk menemukan alasan untuk bertaruh melawan Dolar,” kata Michael Pfister, Analis FX di Commerzbank dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg News pada hari Senin. “Kami telah melihat apresiasi Greenback selama dua minggu terakhir karena kejutan inflasi. Selain itu, kami memiliki keunggulan pertumbuhan yang kuat dan kebijakan The Fed yang sangat hawkish,” tambah analis tersebut.

Pfister memperkirakan Federal Reserve (Fed) tidak akan melakukan penurunan suku bunga pertamanya hingga bulan Desember, yang merupakan perubahan besar dari ekspektasi awal tahun ini, ketika konsensusnya adalah bahwa The Fed akan melakukan penurunan suku bunga pertamanya pada bulan Juni. The Fed sendiri, dalam Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) terakhirnya, memperkirakan sekitar tiga kali pemotongan sebesar 0,25% sepanjang tahun 2024.

Hal ini berbeda dengan Eropa, dimana disinflasi semakin kuat dan aktivitas ekonomi melemah. Selain itu, para pejabat di Bank Sentral Eropa (ECB) yang menetapkan suku bunga pinjaman dasar untuk seluruh wilayah (saat ini sebesar 4,5%), tampak lebih bersatu dalam menganjurkan penurunan suku bunga pada bulan Juni, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di negara-negara Atlantik.

“Sejujurnya, saya sering terkejut bahwa Euro tidak jauh lebih lemah,” kata Ulrich Leuchtmann, Kepala Riset Valas dan Komoditas di Commerzbank dalam sebuah catatan pada hari Senin.

“Selama akhir pekan, layanan berita melaporkan sebelumnya wawancara dengan François Villeroy de Galhau, Gubernur Banque de France. Berdasarkan laporan ini, Villeroy mengkonfirmasi niat Dewan Pengurus ECB untuk menurunkan suku bunga pada pertemuannya pada tanggal 6 Juni,” tambah Leuchtmann.


คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest