- Reserve Bank of Australia, seperti yang diperkirakan secara luas, membiarkan suku bunga tetap di 4,35% dan menegaskan kembali bahwa “Dewan tidak akan mengesampingkan atau mengesampingkan apa pun.”
- Lebih lanjut, Gubernur Bullock menegaskan bahwa dewan membahas opsi kenaikan suku bunga dengan penurunan suku bunga yang tidak dipertimbangkan saat ini.
- Nada tegas seputar latar belakang inflasi Australia menyiratkan bahwa ambang batas pelonggaran kebijakan masih tinggi.
- RBA mengungkapkan bahwa "inflasi masih di atas target dan terbukti persisten" dan menegaskan kembali bahwa "Dewan mengantisipasi masih perlu waktu sebelum inflasi secara berkelanjutan berada dalam kisaran target."
- Dari sisi AS, Biro Sensus AS merilis bahwa Penjualan Ritel, ukuran penting belanja rumah tangga, tumbuh lebih lambat dari perkiraan pada bulan Mei sebesar 0,1% dibandingkan proyeksi 0,2%.
- Pertumbuhan Penjualan Ritel yang lebih lambat mungkin menciptakan tekanan yang signifikan terhadap Dolar AS, karena hal ini akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap proses disinflasi secara bertahap.
- CME FedWatch Tool menunjukkan kemungkinan penurunan suku bunga yang lebih tinggi sejak pertemuan bulan September, dengan satu atau lebih penurunan suku bunga tersirat pada bulan November atau Desember.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้