DOLAR AUSTRALIA MENGUAT KARENA SENTIMEN YANG KURANG DI SEKITAR RBA

avatar
· Views 97



Dolar Australia menguat karena RBA diperkirakan akan mempertahankan suku bunga minggu depan.
National Australia Bank (NAB) mengantisipasi bahwa suku bunga tunai RBA akan tetap stabil pada 4,35% hingga Mei 2025.
Dolar AS melemah karena Fed diperkirakan akan melakukan tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini.
Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatannya terhadap Dolar AS (USD) untuk sesi kedua pada hari Senin. Kenaikan ini disebabkan oleh sentimen agresif seputar sikap kebijakan Bank Sentral Australia (RBA). Tidak seperti bank sentral utama lainnya, RBA diperkirakan akan menunda pelonggaran pengetatan kebijakannya karena tekanan inflasi yang terus-menerus dan pasar tenaga kerja yang ketat.

Penjualan Ritel Australia untuk bulan Juni akan diawasi ketat pada hari Selasa. Pada hari Rabu, data Indeks Harga Konsumen (IHK) kuartal kedua akan dirilis, yang berpotensi memberikan wawasan tentang arah kebijakan moneter domestik di masa mendatang. Beberapa ekonom memperingatkan agar tidak melakukan pengetatan lebih lanjut karena meningkatnya risiko resesi. Minggu lalu, data menunjukkan bahwa pertumbuhan sektor swasta di Australia melambat pada bulan Juli, dengan aktivitas manufaktur tetap kontraksi dan pertumbuhan di sektor jasa melambat.

Pasangan AUD/USD menguat karena Dolar AS yang melemah. Tanda-tanda meredanya inflasi dan meredanya kondisi pasar tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) telah memicu ekspektasi akan tiga kali pemangkasan suku bunga tahun ini oleh Federal Reserve (Fed), yang dimulai pada bulan September.


คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

  • tradingContest