- Dolar Australia tetap kuat karena sentimen agresif seputar prospek kebijakan RBA.
- Gubernur RBA Michele Bullock menyatakan bahwa pemotongan suku bunga jangka pendek tidak sejalan dengan strategi mereka saat ini.
- Dolar AS melemah karena data ketenagakerjaan terkini memicu kemungkinan lebih tingginya penurunan suku bunga Fed pada bulan September.
Dolar Australia (AUD) melanjutkan penguatannya terhadap Dolar AS (USD) untuk sesi kedua berturut-turut pada hari Rabu. Kenaikan ini disebabkan oleh keputusan kebijakan moneter Bank Sentral Australia (RBA) pada hari Selasa. RBA mempertahankan Suku Bunga Tunai Resmi (OCR) pada 4,35% untuk keenam kalinya.
Gubernur RBA Michele Bullock menyoroti risiko yang terus berlanjut bahwa inflasi mungkin memerlukan waktu terlalu lama untuk kembali ke target dan mencatat bahwa suku bunga mungkin perlu tetap tinggi untuk jangka waktu yang panjang. Bullock menyatakan bahwa penurunan suku bunga tunai dalam jangka pendek tidak sejalan dengan strategi mereka saat ini.
Namun, data inflasi kuartal kedua telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga RBA berikutnya. Pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga RBA pada bulan November, sebuah langkah yang diantisipasi jauh lebih awal dari perkiraan sebelumnya untuk bulan April tahun depan.
Pasangan AUD/USD bisa menguat lebih lanjut karena Dolar AS menerima tekanan karena pasar memperkirakan penurunan suku bunga yang lebih agresif mulai bulan September setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah pada bulan Juli meningkatkan kekhawatiran akan resesi AS yang mengancam.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้