Ringkasan Harian Penggerak Pasar: Yen Jepang melemah menyusul data Neraca Perdagangan

avatar
· Views 94


  • Menurut jajak pendapat Reuters yang dipublikasikan pada hari Rabu, lebih dari separuh ekonom memperkirakan Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga lagi pada akhir tahun. Dalam survei yang dilakukan pada tanggal 13-19 Agustus, 31 dari 54 ekonom memperkirakan bahwa BoJ akan menaikkan biaya pinjaman pada akhir tahun. Perkiraan median untuk suku bunga akhir tahun adalah 0,50%, yang menandai kenaikan sebesar 25 basis poin.
  • Impor Jepang melonjak 16,6% tahun-ke-tahun pada bulan Juli, mencapai level tertinggi dalam 19 bulan sebesar ¥10.241,01 miliar, melampaui ekspektasi pasar sebesar 14,9% dan naik signifikan dari kenaikan 3,2% pada bulan Juni. Hal ini menandai pertumbuhan impor terkuat sejak Januari 2023. Sementara itu, ekspor meningkat 10,3% tahun-ke-tahun ke level tertinggi dalam tujuh bulan sebesar ¥9.619,17 miliar, meningkat dari pertumbuhan 5,4% bulan sebelumnya tetapi gagal memenuhi prakiraan pasar sebesar 11,4%.
  • Gubernur Federal Reserve (Fed) Michelle Bowman menyatakan kehati-hatian pada hari Selasa tentang membuat perubahan kebijakan, dengan menyebutkan risiko kenaikan inflasi yang terus berlanjut. Bowman memperingatkan bahwa bereaksi berlebihan terhadap poin data individual dapat merusak kemajuan yang telah dicapai, menurut Reuters.
  • Menurut Reuters, Bank of Japan (BoJ) telah memproyeksikan bahwa pemulihan ekonomi yang kuat akan membantu inflasi mencapai target 2% secara berkelanjutan. Hal ini akan membenarkan kenaikan suku bunga lebih lanjut, menyusul kenaikan bulan lalu sebagai bagian dari upaya berkelanjutan BoJ untuk mengakhiri stimulus moneter yang ekstensif selama bertahun-tahun.
  • Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly menekankan pada hari Minggu bahwa bank sentral AS harus mengambil pendekatan bertahap untuk mengurangi biaya pinjaman, menurut Financial Times. Selain itu, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago Austan Goolsbee memperingatkan bahwa pejabat bank sentral harus berhati-hati dalam mempertahankan kebijakan restriktif lebih lama dari yang diperlukan, menurut CNBC.
  • Pada hari Kamis, Kazutaka Maeda, ekonom di Meiji Yasuda Research Institute, mengatakan bahwa laporan tersebut secara keseluruhan positif dan "mendukung pandangan BoJ serta menjadi pertanda baik untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, meskipun bank sentral akan tetap berhati-hati karena kenaikan suku bunga terakhir telah menyebabkan lonjakan tajam Yen."

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 0

เขียนข้อความของคุณตอนนี้

  • tradingContest