- USD/JPY turun tajam hingga mendekati 146,00 karena BoJ Ueda menyampaikan panduan suku bunga yang hawkish.
- BoJ Ueda menegaskan kembali perlunya menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini.
- The Fed kini lebih fokus pada pengendalian risiko penurunan pasar tenaga kerja AS.
Pasangan USD/JPY turun tajam mendekati 146,00 pada sesi Amerika Utara hari Selasa. Aset tersebut menghadapi tekanan jual karena Yen Jepang (JPY) menguat setelah Gubernur Bank of Japan (BoJ) Kazuo Ueda berkomentar agresif tentang suku bunga.
Kazuo Ueda menegaskan kembali dalam sebuah dokumen yang diserahkan kepada panel pemerintah pada hari Selasa bahwa bank sentral tidak akan ragu untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut jika ekonomi dan inflasi berjalan sesuai harapan, Reuters melaporkan. Tekanan inflasi dalam ekonomi Jepang terus berlanjut. Indeks Harga Konsumen (IHK) Tokyo, tidak termasuk Makanan Segar, yang dirilis pada hari Kamis, naik lebih cepat menjadi 2,4% pada bulan Agustus dari estimasi dan rilis bulan Juli sebesar 2,2%.
USD/JPY masih melemah meskipun Dolar AS (USD) terus menguat. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, naik ke level tertinggi dua minggu di 102,00.
Dolar AS menguat karena investor bersikap hati-hati menjelang data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat (AS) untuk bulan Agustus, yang akan dipublikasikan pada hari Jumat. Pelaku pasar akan sangat fokus pada data pasar tenaga kerja resmi karena Federal Reserve (Fed) sekarang lebih fokus pada pencegahan permintaan tenaga kerja, mengingat para pejabat yakin bahwa tekanan harga akan kembali secara berkelanjutan ke target bank sebesar 2%.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน
