
Pesanan baru untuk barang modal utama buatan AS naik lebih besar dari perkiraan pada Juli, menandakan belanja peralatan bisnis memulai kuartal ketiga dengan kuat. Namun, pandangan konsumen yang semakin pesimis terhadap pasar tenaga kerja menimbulkan bayangan suram bagi perekonomian.
Laporan Departemen Perdagangan pada Selasa menunjukkan pengiriman barang modal non-pertahanan (tidak termasuk pesawat) — indikator utama belanja bisnis — melonjak tajam, mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari dua tahun. Kenaikan ini terjadi meski survei independen mengindikasikan banyak perusahaan menahan diri karena biaya yang meningkat akibat tarif impor.
Namun data positif tersebut tertutup oleh survei Conference Board yang mengungkap persepsi konsumen terhadap ketersediaan pekerjaan pada Agustus berada di titik terlemah sejak 2021. Pertumbuhan lapangan kerja juga melambat drastis dalam tiga bulan hingga Juli, yang oleh para ekonom sebagian besar disalahkan pada kebijakan proteksionis Presiden Donald Trump.
“Bisnis tidak bisa terus tenang menghadapi tarif. Biaya yang meningkat sulit dialihkan ke konsumen saat ini, sehingga perusahaan harus mencari cara lain untuk menjaga margin, salah satunya dengan menekan biaya tenaga kerja,” ujar Tim Quinlan, Ekonom Senior Wells Fargo.
Data Kuat, Tapi Diselimuti Ketidakpastian
- Pesanan barang modal inti melonjak 1,1% pada Juli, berbalik dari revisi penurunan 0,6% di Juni. Survei Reuters sebelumnya memperkirakan hanya kenaikan 0,2%.
- Pengiriman barang modal inti naik 0,7%, tertinggi sejak April 2023. Data ini diperhitungkan dalam laporan Produk Domestik Bruto (PDB).
- Kenaikan pesanan sebagian besar dipicu oleh dorongan bisnis untuk mendatangkan barang sebelum tarif impor baru diberlakukan.
Meski demikian, situasi diperburuk oleh langkah kontroversial Trump yang memecat Gubernur The Fed Lisa Cook. Aksi ini memicu kembali kekhawatiran atas independensi bank sentral. Dampaknya, dolar melemah terhadap sejumlah mata uang, imbal hasil obligasi AS naik, dan bursa Wall Street melemah.
Prospek Belanja Bisnis
Belanja peralatan bisnis sebelumnya melambat di kuartal kedua, setelah mencatat pertumbuhan dua digit pada Januari–Maret. Beberapa ekonom masih memperkirakan kelemahan akan berlanjut karena tarif impor.
“Ketidakpastian kebijakan memang menurun, tapi belum hilang. Masih ada banyak pertanyaan kunci yang belum terjawab. Hal ini membatasi pengeluaran modal, sehingga perusahaan hanya berani menjalankan proyek yang benar-benar esensial atau sepadan dengan biayanya,” kata Oren Klachkin, Ekonom Pasar Keuangan di Nationwide.
Data Juli menunjukkan kenaikan solid pada pesanan mesin, peralatan listrik, perlengkapan rumah tangga, logam dasar, komputer dan elektronik, serta produk logam olahan.
Dampak pada Barang Tahan Lama
Secara keseluruhan, pesanan barang tahan lama — mulai dari toaster hingga pesawat yang dirancang bertahan minimal tiga tahun — justru turun 2,8% pada Juli, terutama karena anjloknya pesanan pesawat komersial.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

-จบ-