
Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa tidak pernah menjual cadangan emas sebesar 11 ton, menanggapi kabar viral yang ramai beredar di media sosial, terutama di platform X (sebelumnya Twitter).
“Menanggapi pertanyaan terkait isu penjualan emas 11 ton yang beredar, dapat kami sampaikan bahwa Bank Indonesia tidak melakukan penjualan emas sebagaimana disebutkan,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam pernyataannya, Selasa (7/10).
Ramdan juga mengimbau masyarakat untuk memeriksa informasi resmi terkait perkembangan cadangan devisa Indonesia melalui situs resmi Bank Indonesia, agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi.
“Kami harap rekan-rekan media dan publik dapat selalu mengikuti informasi resmi mengenai cadangan devisa melalui website Bank Indonesia,” tambahnya.
Isu tersebut bermula dari unggahan di platform X oleh akun @K************ yang mengklaim bahwa data IMF menunjukkan BI telah mengurangi cadangan emas sebesar 11 ton pada Juli 2025.
Unggahan itu menyebut, “Data terbaru IMF menunjukkan Bank Indonesia mengurangi cadangan #gold sebesar 11 ton pada bulan Juli. Estimasi pembelian bersih emas bank sentral global kini direvisi menjadi nol.”
Namun, BI menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya dari cadangan emas nasional.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

เขียนข้อความของคุณตอนนี้