
Pada pekan lalu, harga emas berhasil melanjutkan tren penurunannya dengan menembus area support, mencerminkan bahwa penguatan dolar AS masih mendominasi pasar seiring sikap hawkish The Fed. Tekanan jual tetap menjadi faktor utama yang mengendalikan pergerakan harga, sementara arah selanjutnya diperkirakan akan sangat dipengaruhi oleh rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) pekan ini.
Secara teknikal, harga kini telah memasuki zona demand, yang berpotensi memicu munculnya minat beli dan membuka peluang rebound menuju level R1 di 4.219,72. Namun, apabila momentum bullish gagal bertahan, tekanan jual berisiko kembali mendominasi sehingga harga dapat turun menguji S1 bahkan menembus area demand tersebut. Analisis pekan sebelumnya secara lengkap dapat dibaca melalui artikel berikut: https://www.followme.com/c/239...
Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe Daily

Pada timeframe Daily, XAU/USD saat ini diperdagangkan di kisaran 4.063 dan telah memasuki zona Demand setelah mengalami penurunan tajam sejak Maret 2026. Harga kini berada tepat di bawah level Pivot Point 4.089, yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Area demand ini menjadi titik kritis karena di sinilah buyer mulai menunjukkan ketertarikan untuk masuk pasar.
Jika buyer berhasil mendorong harga menembus R1 di 4.219, maka peluang kenaikan terbuka menuju R2 di 4.350 bahkan R3 di 4.481. Namun jika harga gagal bertahan di area demand dan breakdown terjadi, tekanan jual bisa semakin kuat dengan target penurunan ke S1 di 3.958 hingga S2 di 3.828. Bias pasar secara keseluruhan masih bearish, sehingga konfirmasi arah dari pergerakan harga di area ini sangat penting sebelum mengambil keputusan trading.
Analisa Teknikal XAU/USD — Timeframe H4

Pada timeframe H4, XAU/USD saat ini diperdagangkan di kisaran 4.063 dengan struktur pasar yang masih didominasi oleh tekanan jual sejak awal Juni. Harga kini mendekati zona kritis Fail to Return (FTR) di area 4.105,48–4.145,08, yaitu level di mana seller sebelumnya pernah mengambil alih kendali pasar secara agresif.
Jika terjadi penolakan harga di area FTR tersebut, besar kemungkinan harga akan melanjutkan penurunan menuju support mayor di 3.959,33. Namun apabila harga berhasil menembus FTR dengan kuat, maka target kenaikan berikutnya adalah zona supply 4.170–4.220, dan jika level ini pun tertembus, harga berpotensi naik lebih jauh ke supply area 4.254–4.329. Tetap gunakan manajemen risiko yang baik sebelum mengambil posisi.
Tembus FTR 4.105–4.145 → supply 4.170–4.220, lanjut ke 4.254–4.329 jika momentum kuat.
Penolakan di area FTR 4.105–4.145 → penurunan berlanjut menuju support mayor 3.959,33.
Rekomendasi Trading
Analisa Fundamental Emas (XAU/USD)
Emas membuka pekan ini di sekitar 4.067 setelah mencatat empat pekan penurunan beruntun. Data PCE Mei yang sesuai ekspektasi sempat menopang harga, namun sikap hawkish The Fed masih menjaga kekuatan dolar. Pekan ini, fokus pasar akan tertuju pada rangkaian data tenaga kerja AS, terutama Nonfarm Payrolls (NFP), di tengah ketidakpastian geopolitik yang masih membayangi pasar.
Hormuz: Perang yang Resmi Berakhir, Tapi Api Belum Padam

Situasi geopolitik masih menjadi perhatian pasar. Setelah ketegangan memuncak, AS dan Iran saling melancarkan serangan sebelum akhirnya sepakat menangguhkan aksi militer menjelang perundingan damai di Doha pekan ini. Di saat yang sama, Israel dan Lebanon juga menandatangani kerangka awal menuju perdamaian.
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz mulai pulih meski masih di bawah kondisi normal. Harga minyak yang turun ke sekitar $69 per barel menjadi sinyal positif karena dapat membantu meredakan tekanan inflasi energi. Namun selama proses negosiasi belum benar-benar selesai, risiko geopolitik masih berpotensi memicu volatilitas pasar.
Gencatan senjata AS–Iran → perundingan Doha pekan ini → Hormuz mulai pulih → minyak turun ke $69/barel
Negosiasi belum final → kegagalan Doha bisa memicu eskalasi ulang → lonjakan minyak → inflasi naik → dolar menguat
PCE Mei Sedikit Meredakan Hawkish, Tapi Pasar Masih Pricing 3 Rate Hike
Inflasi PCE AS untuk Mei tercatat 4,1%, sesuai ekspektasi. Data ini sempat menekan DXY ke sekitar 101,30 dan memberi ruang bagi emas untuk rebound tipis di akhir pekan lalu.
Meski begitu, pasar masih mempricing tiga kali kenaikan suku bunga Fed tahun ini, dengan peluang hike pertama pada September sekitar 62%. Ketua The Fed, Kevin Warsh, juga kembali menegaskan fokus pada stabilitas harga. Selama inflasi inti belum bergerak konsisten menuju target 2%, potensi penguatan emas diperkirakan masih terbatas.
NFP Juni: Penentu Tunggal Arah Minggu Ini
Investor minggu ini fokus pada serangkaian data tenaga kerja AS: JOLTS Job Openings, ADP Employment Change, ISM Manufacturing PMI, Initial Jobless Claims, dan NFP Juni sebagai puncaknya. Data tenaga kerja yang lebih kuat akan menopang ekspektasi kebijakan Fed yang lebih ketat dan menekan emas lebih dalam, sementara data yang lebih lunak bisa memangkas ekspektasi hawkish dan menopang harga.
NFP Juni sejatinya dirilis Jumat pertama bulan ini, namun 4 Juli adalah Hari Kemerdekaan AS (libur). Data kemungkinan besar akan dimajukan ke Kamis, 3 Juli — menjadikannya sesi dengan risiko volatilitas tertinggi minggu ini. Konteks penting: NFP Mei meledak di 172K (vs estimasi 85K) dan menjadi pemicu penurunan emas terbesar bulan Juni. Satu angka NFP yang kuat bisa menduplikasi efek yang sama.
Outlook: Dua Skenario yang Menentukan Arah Koreksi
XAU/USD saat ini berada di 4.067 dengan tekanan jual yang masih mendominasi — seller terus menguasai pasar dan upaya pemulihan berulang kali gagal menembus resistance. Level kritis yang perlu dipantau minggu ini bergantung pada NFP dan hasil perundingan Doha.
Kalender Ekonomi Minggu Ini

Fokus pasar minggu ini tertuju pada data ekonomi penting AS, dimulai dari JOLTS Job Openings, CB Consumer Confidence, dan Chicago PMI pada Selasa (30/6), dilanjutkan ADP Nonfarm Employment Change, ISM Manufacturing PMI, dan Crude Oil Inventories pada Rabu (1/7). Rangkaian data ini akan menjadi petunjuk awal mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan aktivitas ekonomi AS.
Perhatian utama akan berada pada Kamis (3/7) saat rilis Nonfarm Payrolls (NFP), Unemployment Rate, dan Average Hourly Earnings. Jika data tenaga kerja lebih kuat dari ekspektasi, USD berpotensi menguat dan menekan harga emas. Sebaliknya, data yang lebih lemah dapat mendorong pelemahan USD dan membuka peluang penguatan emas.
Lihat Kalender Ekonomi Minggu ini
FAQ (Frequently Asked Questions)
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ดึงขึ้นเพื่ออัปเดต