
Harga emas kembali bergerak melemah pada awal perdagangan Asia, Senin, dengan XAU/USD turun mendekati level US$4.050. Tekanan terhadap logam mulia muncul di tengah ketidakpastian seputar pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) masih akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Fokus pelaku pasar juga mulai beralih ke data ketenagakerjaan Amerika Serikat, terutama laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang dijadwalkan dirilis pada Kamis. Data tersebut diperkirakan akan menjadi penentu penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed.
Di sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah sepakat untuk menghentikan ketegangan sementara setelah beberapa hari terjadi bentrokan di sekitar Selat Hormuz. Menurut laporan Axios, kedua negara juga berencana bertemu di Doha, Qatar, pada Selasa untuk melanjutkan pembahasan mengenai sengketa di jalur pelayaran strategis tersebut.
Seorang pejabat AS menyebut Washington dan Teheran akan "menghentikan serangan untuk sementara waktu" sebagai bagian dari upaya meredakan situasi.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi proses negosiasi. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa pengelolaan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kewenangan Teheran.
Seorang pejabat Iran bahkan memperingatkan bahwa setiap upaya untuk menghindari rute yang ditetapkan Iran di Selat Hormuz berpotensi memicu ketegangan dan eskalasi konflik.
Risiko geopolitik tersebut tetap menjadi perhatian pasar. Jika ketegangan kembali meningkat, kekhawatiran terhadap inflasi global dapat ikut naik dan mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.
Sementara itu, berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026 mencapai sekitar 59,7 persen.
Perhatian investor kini tertuju pada laporan pasar tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan ini. Para ekonom memperkirakan ekonomi Amerika Serikat menambah sekitar 114.000 lapangan kerja sepanjang Juni, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan tetap berada di level 4,3 persen.
Hasil data tersebut diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan moneter The Fed sekaligus menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

-จบ-