Dolar AS Perkasa Lagi! Pound, Euro, dan Dolar Kanada Kompak Tertekan

avatar
· Views 4,107


Pound Inggris (GBP) kembali melemah terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan sesi Asia, Rabu (1/7). Pasangan GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,32294, tertekan oleh meningkatnya ketidakpastian politik di Inggris serta ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat masih berpotensi naik tahun ini.

Perhatian pasar kini tertuju pada proses pergantian kepemimpinan di Inggris setelah Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan akan mundur sebagai pemimpin Partai Buruh. Saat ini, pasar tengah bersiap menghadapi pergantian kepemimpinan. Andy Burnham muncul sebagai calon kuat Perdana Menteri berikutnya dan berjanji akan melakukan reformasi radikal dengan membagikan kekuasaan lebih besar ke daerah-daerah guna memacu pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Jika tidak ada penantang lain, Burnham diperkirakan bisa resmi menjabat secepatnya pada tanggal 17 Juli.

Ketidakpastian politik ini membuat para pelaku pasar menurunkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Inggris (Bank of England/BoE). Para ekonom memproyeksikan BoE akan memilih opsi aman dengan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,75% hingga akhir tahun ini.

Sorotan Pasar Inggris
  • Keir Starmer mengumumkan akan mundur sebagai pemimpin Partai Buruh.
  • Andy Burnham menjadi kandidat kuat Perdana Menteri berikutnya.
  • BoE diperkirakan mempertahankan suku bunga di level 3,75%.

Bank of England Diperkirakan Belum Ubah Suku Bunga

Selain perkembangan politik, pelaku pasar juga menantikan pidato Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, yang dijadwalkan berlangsung hari ini.

Menurut survei Reuters, mayoritas ekonom memperkirakan BoE akan mempertahankan suku bunga di level 3,75% hingga akhir 2026. Ekspektasi bahwa bank sentral belum akan menaikkan suku bunga kembali menjadi salah satu faktor yang membatasi pergerakan Pound.

Cek Grafik GBP/USD

Dolar AS Masih Didukung Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Di sisi lain, Dolar AS tetap mendapat dukungan dari ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) masih berpeluang menaikkan suku bunga beberapa kali tahun ini. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan sekitar 64% peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September.

Fokus investor berikutnya akan mengarah pada data ketenagakerjaan AS, termasuk laporan ADP Employment dan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juni. Jika hasilnya lebih kuat dari perkiraan, peluang kenaikan suku bunga The Fed dapat semakin meningkat dan kembali memperkuat Dolar AS.

Euro Melemah Setelah Inflasi Jerman Melambat, Peluang ECB Naikkan Suku Bunga Berkurang

Euro juga bergerak lebih lemah terhadap Dolar AS. Pasangan EUR/USD diperdagangkan di sekitar 1,14015 setelah data inflasi Jerman menunjukkan perlambatan yang lebih besar dari perkiraan.

Data dari Destatis menunjukkan inflasi tahunan Jerman turun menjadi 2,3% pada Juni, dari 2,6% pada Mei, sekaligus lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 2,5%.

Melambatnya inflasi di Jerman, serta tanda-tanda penurunan tekanan harga di Prancis dan Italia, membuat pasar semakin yakin bahwa European Central Bank (ECB) tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga lagi pada pertemuan bulan Juli ini.

Cek Grafik EUR/USD

Presiden ECB, Christine Lagarde, juga sebelumnya menyatakan bahwa saat ini belum diperlukan langkah kebijakan yang agresif karena harga energi telah menurun dan belum terlihat tekanan kenaikan upah yang signifikan. Kini perhatian investor beralih ke data inflasi Zona Euro (HICP) dan PMI Manufaktur AS, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan ECB maupun The Fed.

Dolar Kanada Tertekan, USD/CAD Naik di Tengah Ketidakpastian Timur Tengah

Pasangan USD/CAD menguat ke sekitar 1,42175 setelah Dolar AS kembali diminati sebagai aset safe haven. Sentimen ini muncul di tengah ketidakpastian perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Cek Grafik USD/CAD


Fokus utama pasar tertuju pada perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Doha, Qatar. Meskipun utusan khusus AS (Jared Kushner dan Steve Witkoff) telah tiba di lokasi, pihak Iran secara tegas menolak adanya pertemuan tatap muka langsung. Sikap keras Teheran ini mempersulit tercapainya kesepakatan damai jangka panjang terkait pengawasan jalur maritim strategis di Selat Hormuz. Akibat ketidakpastian tersebut, harga minyak mentah dunia mengalami penurunan, yang juga ikut memperlemah mata uang Kanada sebagai negara eksportir komoditas minyak.

Lihat Perkembangan Negosiasi Terbaru


Selain faktor geopolitik, Dolar AS juga tetap didukung oleh sikap hawkish The Fed. Bank sentral AS mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% - 3,75% pada pertemuan Juni dan menghapus sinyal yang sebelumnya mengarah pada penurunan suku bunga.

คำชี้แจง (Disclaimer) : เนื้อหาข้างต้นเป็นเพียงมุมมองของผู้เขียนแต่เพียงผู้เดียว และไม่ได้แสดงหรือสะท้อนถึงจุดยืนอย่างเป็นทางการของ Followme แต่อย่างใด Followme ไม่รับผิดชอบต่อความถูกต้อง ความครบถ้วน หรือความน่าเชื่อถือของข้อมูลที่ปรากฏ และจะไม่รับผิดชอบต่อการดำเนินการใด ๆ ที่เกิดขึ้นจากเนื้อหานั้น เว้นแต่จะมีการระบุไว้เป็นลายลักษณ์อักษรอย่างชัดเจน

ชอบบทความนี้ไหม? แสดงความขอบคุณโดยการส่งทิปให้ผู้เขียน
ตอบกลับ 10
avatar
Wah dolar emg lagi kuat banget ya
avatar
Iya meraja lagi dia
avatar
Bahaya nih semua mata uang kuat jd melemah
avatar
Menarik nih buat sesi ntar malem
avatar
Jangan lupa ntr malam Kevin Warsh jg pidato lagi.. bisa naik lagi USD
avatar
Oh iya lagi.. kacau
avatar
Mana negosiasi kaga slese2 lagi.. hadehh
avatar
USD kuat bgt ya, rupiah jg melemah lgi
avatar
Iya, bs tembus 18k lagi nih
avatar
Nanti malem pasti rame deh

-จบ-

  • tradingContest